JAKARTA – Jelang bergulirnya Super League 2025-2026, Persija Jakarta kembali jadi bahan pergunjingan. Di media sosial, dua istilah miring kerap disematkan pada klub ibukota itu: ‘Anak Papa’ dan ‘APBD FC’. Manajemen Macan Kemayoran pun akhirnya buka suara menanggapi ledekan yang terus bergulir itu.
Asal muasal julukan ‘Anak Papa’ konon berangkat dari desas-desus adanya pihak tertentu yang memberi “jalur khusus” buat Persija merengkuh gelar. Sedangkan ‘APBD FC’ jelas merujuk pada sokongan dana dari sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta. Sindiran ini bukan hal baru, tapi makin kencang berembus jelang kompetisi baru.
Mohamad Prapanca, Direktur Persija, mengaku risih mendengarnya. Tapi dia memilih tak ambil pusing. “Agak risih juga ya dengarnya. Dan saya nggak tahu itu buzzer atau memang itu suporter Persija, atau provokator gitu ya,” ujarnya.
Dalam acara Ngopi Bareng Persija, Rabu (11/3/2026), Prapanca melanjutkan, “Tapi ya balik lagi, karena kelemahan kita di filterisasi digital, jadi semua orang wes seenak udelnya dewe omong gitu di sosial media.”
Soal tudingan ‘APBD FC’, Prapanca mencoba memberi penjelasan. Menurutnya, kolaborasi dengan Pemprov DKI berawal dari komitmen Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang ingin kota ini lebih dekat dengan Persija.
Artikel Terkait
Lamine Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan dengan Penalti Menit Akhir
Alessandro Matri Kritik Sassuolo: Fokus Jual Pemain, Abai Prestasi
PSM Makassar di Ambang Pecat Tomas Trucha, Pelatih Absen di Latihan
PSM Makassar Dihukum Denda Rp150 Juta Akibat Aksi Suporter