Manajemen Persija Tanggapi Julukan Anak Papa dan APBD FC Jelang Super League

- Rabu, 11 Maret 2026 | 18:45 WIB
Manajemen Persija Tanggapi Julukan Anak Papa dan APBD FC Jelang Super League

JAKARTA – Jelang bergulirnya Super League 2025-2026, Persija Jakarta kembali jadi bahan pergunjingan. Di media sosial, dua istilah miring kerap disematkan pada klub ibukota itu: ‘Anak Papa’ dan ‘APBD FC’. Manajemen Macan Kemayoran pun akhirnya buka suara menanggapi ledekan yang terus bergulir itu.

Asal muasal julukan ‘Anak Papa’ konon berangkat dari desas-desus adanya pihak tertentu yang memberi “jalur khusus” buat Persija merengkuh gelar. Sedangkan ‘APBD FC’ jelas merujuk pada sokongan dana dari sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta. Sindiran ini bukan hal baru, tapi makin kencang berembus jelang kompetisi baru.

Mohamad Prapanca, Direktur Persija, mengaku risih mendengarnya. Tapi dia memilih tak ambil pusing. “Agak risih juga ya dengarnya. Dan saya nggak tahu itu buzzer atau memang itu suporter Persija, atau provokator gitu ya,” ujarnya.

Dalam acara Ngopi Bareng Persija, Rabu (11/3/2026), Prapanca melanjutkan, “Tapi ya balik lagi, karena kelemahan kita di filterisasi digital, jadi semua orang wes seenak udelnya dewe omong gitu di sosial media.”

Soal tudingan ‘APBD FC’, Prapanca mencoba memberi penjelasan. Menurutnya, kolaborasi dengan Pemprov DKI berawal dari komitmen Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang ingin kota ini lebih dekat dengan Persija.

“Saya bisa jelaskan terkait dengan apa yang kolaborasi dengan pihak Pak Gubernur. Dalam hal ini, pada saat Pak Pramono dilantik menjadi Gubernur, beliau memberikan statement 'Ingin Jakarta Lebih Persija'. Silakan dicek semua itu ada di statement beliau,” terangnya.

Dia menegaskan, dukungan dari BUMD seperti Bank Jakarta, PAM Jaya, MRT, dan TransJakarta itu bukanlah pemberian cuma-cuma. Ada timbal balik yang harus dikerjakan manajemen. “Jadi tidak diberikan uang secara cuma-cuma. Jadi manajemen juga harus bekerja untuk membuat konten atau kerjasama dengan perusahaan itu dan kami diawasi,” jelas Prapanca.

Di sisi lain, respons datang dari legenda klub, Bambang Pamungkas. Direktur Olahraga yang akrab disapa Bepe ini justru bersikap lebih santai. Baginya, istilah ‘Anak Papa’ sudah terlalu basi untuk ditanggapi serius.

“Saya enggak mau jawab masalah itu ya. Karena rasanya sebutan 'Anak Papa' itu sejak saya masih main ya. Jadi udah terlalu expired untuk dibahas,” pungkas Bepe dengan ringan.

Gelombang ledekan di dunia maya ini memang menunjukkan betapa panasnya sorotan terhadap Persija. Namun, baik manajemen maupun sang legenda tampaknya memilih fokus pada persiapan tim. Prestasi di lapangan hijau, barangkali, adalah jawaban paling tepat untuk semua bising di media sosial.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar