Di hadapan pengadilan federal Manhattan, Senin lalu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan tegas membantah semua tuduhan. Ia menyatakan diri tidak bersalah atas dakwaan narkoterorisme yang dilayangkan kejaksaan New York.
Suasana ruang sidang terasa tegang. Maduro, berbicara langsung kepada hakim, bersikeras bahwa kehadirannya di pengadilan AS bukanlah kehendaknya sendiri. "Saya diculik dari Venezuela," ujarnya, seperti dilaporkan sejumlah media.
"Saya tidak bersalah, saya tidak bersalah,"
tegasnya lagi.
Dengan nada penuh keyakinan, ia menambahkan, "Saya masih presiden negara saya."
Artikel Terkait
Teriakan Fuck Israel di Malam Tahun Baru: Ketika Ucapan Selamat Berubah Jadi Protes Global
Inspirasi Bom Sekolah: Cosplay Teror dari Grup Chat Internasional
Golf di Thailand dan Sorotan Baru pada Aliran Dana Kasus Korupsi Pertamina
Presiden Prabowo Sematkan Satyalancana untuk Bupati Karawang di Puncak Panen Raya