Duel Panas di Istora: Senior Tumbang oleh Junior yang Tak Gentar

- Jumat, 23 Januari 2026 | 22:24 WIB
Duel Panas di Istora: Senior Tumbang oleh Junior yang Tak Gentar

Istora Senayan bergemuruh Jumat (23/1) lalu, menyaksikan duel panas di perempat final Indonesia Masters 2026. Fajar Alfian dan Muhammad Fikri akhirnya tumbang dari pasangan junior mereka, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Skor akhirnya 21-18, 19-21, dan 14-21. Tapi, laga ini jauh lebih dari sekadar angka. Sengitnya permainan dibumbui oleh emosi yang sempat memuncak, dengan gesture-gesture yang bikin penonton berdecak.

Gim pertama berjalan mulus bagi Fajar/Fikri. Mereka langsung menancapkan dominasi dengan serangan agresif, membuat Raymond/Joaquin kelabakan. Di interval, mereka sudah unggul nyaman 11-4.

Namun begitu, junior-junior itu ternyata punya nyali. Mereka bangkit perlahan, menutup jarak skor dengan gigih. Dari 15-10, menjadi 15-13, lalu 16-14, dan akhirnya menyamakan kedudukan di 16-16. Pertarungan baru benar-benar dimulai.

Drama pun terjadi. Sebuah pukulan silang Fajar membawa mereka unggul 17-16. Raymond terjatuh saat berusaha mengejar kok. Di momen yang tegang itu, MURIANETWORK.COM terlihat menghentakkan kakinya beberapa kali di dekat Raymond yang masih di lantai. Suasana langsung makin panas. Meski begitu, MURIANETWORK.COM/Fikri berhasil menutup gim pertama 21-18.

Gim kedua, intensitasnya naik level. Raymond/Joaquin jelas tak mau dianggap remeh. Mereka membalas setiap agresi dengan agresi yang sama kerasnya, tak segan-smash ke arah senior mereka sendiri. Dari unggul 9-6, MURIANETWORK.COM/Fikri malah tertinggal 10-11 saat jeda.

Sejak insiden di gim pertama, emosi Fajar dan Fikri terlihat masih terbawa. Itu berpengaruh. Mereka melakukan beberapa kesalahan yang seharusnya bisa dihindari, sementara serangan dari seberang net makin sulit dibendung.

Selepas interval, kedua pasangan saling tunjuk gigi. Mereka tak cuma mengandalkan power, tapi juga tipuan-tipuan licin. Skor silih berganti: 15-13, 16-15, 17-16, 18-16. Kemudian, Raymond/Joaquin menyamakan di 18-18, lalu 19-19. Dalam reli panjang yang melelahkan, mereka akhirnya merebut poin penting untuk unggul 19-20. Gim kedua berakhir 19-21 setelah sebuah pukulan Fajar melayang keluar.

Memasuki gim penentu, Raymond/Joaquin justru terlihat grogi. Tiga pukulan beruntun mereka nyangkut di net, memberi Fajar/Fikri keunggulan awal 3-0. Momen unik terjadi saat skor disamakan 6-6. Saat itu, Fikri berlari keluar lapangan ganti raket, sementara Fajar terpeleset saat berusaha mengejar kok. Kekacauan kecil yang berbuah poin bagi lawan.

Fajar sempat mendapat perhatian medis usai jatuh. Sebelum permainan dilanjutkan, wasit terlihat memberi teguran kepada kedua pasangan. Kemungkinan besar, ini terkait gesture panas yang sempat terlihat sebelumnya. Entah apa yang dibicarakan, yang jelas Fajar/Fikri sempat bangkit dan memimpin 11-9 di interval.

Tapi, ceritanya berubah lagi di babak akhir. Setelah reli panjang nan melelahkan, Raymond/Joaquin kembali menyamakan skor di 11-11. Momentum sepenuhnya berpindah. Sang junior makin percaya diri, menekan tanpa ampun. Skor berubah dari 11-9 menjadi 11-12, 12-12, lalu melompat jauh ke 12-18. Fajar/Fikri kehilangan akurasi, kok-kok mereka sering nyangkut di net atau meleset. Pada akhirnya, mereka harus menyerah dengan skor 14-21.

Untungnya, setelah peluit akhir, sportivitas tetap dijaga. Kedua pasangan bersalaman hangat dan berpose bersama untuk foto. Rivalitas sengit di lapangan pun berakhir dengan senyuman, mengingatkan semua orang bahwa di atas segalanya, mereka adalah satu keluarga besar bulu tangkis Indonesia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar