Istora Senayan bergemuruh Jumat (23/1) lalu, menyaksikan duel panas di perempat final Indonesia Masters 2026. Fajar Alfian dan Muhammad Fikri akhirnya tumbang dari pasangan junior mereka, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Skor akhirnya 21-18, 19-21, dan 14-21. Tapi, laga ini jauh lebih dari sekadar angka. Sengitnya permainan dibumbui oleh emosi yang sempat memuncak, dengan gesture-gesture yang bikin penonton berdecak.
Gim pertama berjalan mulus bagi Fajar/Fikri. Mereka langsung menancapkan dominasi dengan serangan agresif, membuat Raymond/Joaquin kelabakan. Di interval, mereka sudah unggul nyaman 11-4.
Namun begitu, junior-junior itu ternyata punya nyali. Mereka bangkit perlahan, menutup jarak skor dengan gigih. Dari 15-10, menjadi 15-13, lalu 16-14, dan akhirnya menyamakan kedudukan di 16-16. Pertarungan baru benar-benar dimulai.
Drama pun terjadi. Sebuah pukulan silang Fajar membawa mereka unggul 17-16. Raymond terjatuh saat berusaha mengejar kok. Di momen yang tegang itu, MURIANETWORK.COM terlihat menghentakkan kakinya beberapa kali di dekat Raymond yang masih di lantai. Suasana langsung makin panas. Meski begitu, MURIANETWORK.COM/Fikri berhasil menutup gim pertama 21-18.
Gim kedua, intensitasnya naik level. Raymond/Joaquin jelas tak mau dianggap remeh. Mereka membalas setiap agresi dengan agresi yang sama kerasnya, tak segan-smash ke arah senior mereka sendiri. Dari unggul 9-6, MURIANETWORK.COM/Fikri malah tertinggal 10-11 saat jeda.
Sejak insiden di gim pertama, emosi Fajar dan Fikri terlihat masih terbawa. Itu berpengaruh. Mereka melakukan beberapa kesalahan yang seharusnya bisa dihindari, sementara serangan dari seberang net makin sulit dibendung.
Artikel Terkait
Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman
Persib Kejar Gelar, Persebaya dan PSM Berjuang di Jalur Berbeda Jelang Akhir Musim
Juventus Incar Emiliano Martinez, Kiper Aston Villa, untuk Perkuat Mistar Gawang
PSM Makassar Kembali Dihukum FIFA, Dilarang Transfer Tiga Periode