Namun begitu, suasana berubah di gim kedua. Putri KW bangkit. Dia bermain lebih agresif, menekan dari awal. Poin demi poin diperebutkan dengan sengit. Tekanan itu berbuah hasil. Di ujung gim yang mencekam, dia berhasil memaksa rubber game dengan skor tipis 21-19. Sorak penonton pun memecah ruang Istora.
Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama. Di gim penentu, Huang kembali mengambil inisiatif. Putri sepertinya kehilangan ritme, beberapa kali melakukan kesalahan sendiri di saat-saat krusial. Upayanya mengejar ketertinggalan mentok di angka 17. Huang Yu-Hsun menutup pertandingan dengan rapat.
Kekalahan ini, tentu saja, mengubur harapan Putri KW untuk melangkah lebih jauh ke babak perempat final turnamen kelas dunia di tanah airnya sendiri. Sebuah akhir yang pahit, setelah sebelumnya sempat memberikan secercah harapan.
Artikel Terkait
Desailly Beri Sinyal: Palmer Bisa Tinggalkan Chelsea Jika Tak Ada Gelar dalam Dua Tahun
Sembilan Wakil Indonesia Lolos, Istora Senayan Bergelora di Perempat Final Indonesia Masters
Persebaya Siap Tikung Persib dalam Perburuan Joey Pelupessy
PSM Makassar Angkat Pemain Muda Bernama Kaka Amrullah Ronaldo Messi