Namun begitu, suasana berubah di gim kedua. Putri KW bangkit. Dia bermain lebih agresif, menekan dari awal. Poin demi poin diperebutkan dengan sengit. Tekanan itu berbuah hasil. Di ujung gim yang mencekam, dia berhasil memaksa rubber game dengan skor tipis 21-19. Sorak penonton pun memecah ruang Istora.
Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama. Di gim penentu, Huang kembali mengambil inisiatif. Putri sepertinya kehilangan ritme, beberapa kali melakukan kesalahan sendiri di saat-saat krusial. Upayanya mengejar ketertinggalan mentok di angka 17. Huang Yu-Hsun menutup pertandingan dengan rapat.
Kekalahan ini, tentu saja, mengubur harapan Putri KW untuk melangkah lebih jauh ke babak perempat final turnamen kelas dunia di tanah airnya sendiri. Sebuah akhir yang pahit, setelah sebelumnya sempat memberikan secercah harapan.
Artikel Terkait
Timnas Wanita Korea Utara Walk Out Saat Hadapi China di Piala Asia 2026
Ernando Ari Dikaitkan dengan Persija Jelang Kontrak Habis di Persebaya
Posisi Juni Calafat di Real Madrid Terancam Usai 12 Tahun Berkontribusi
PSM Makassar Tunda Libur, Fokus Evaluasi Performa Jelang Jeda Kompetisi