Persis Solo Rekrut Kadek Raditya, Sinyal Awal Gelombang Transfer di Liga Super?

- Rabu, 21 Januari 2026 | 20:30 WIB
Persis Solo Rekrut Kadek Raditya, Sinyal Awal Gelombang Transfer di Liga Super?
Persis Solo Rekrut Kadek Raditya

SURABAYA Persis Solo lagi-lagi menunjukkan taringnya. Mereka tak main-main. Setelah melakukan perombakan skuad secara agresif dengan mendatangkan sejumlah pemain, baik lokal maupun asing, Laskar Sambernyawa akhirnya merampungkan satu transfer penting: Kadek Raditya. Bek tengah Persebaya Surabaya itu resmi dipinjam untuk mengarungi putaran kedua Super League 2025/2026.

Pengumuman resmi keluar Rabu, 21 Januari 2026 lewat media sosial klub. Manajemen menyambut sang pemain dengan penuh harap. “Bergabung untuk memberi jaminan aman di sektor pertahanan. Selamat datang di Surakarta, Kadek Raditya!” tulis mereka. Ungkapan itu jelas menunjukkan satu hal: Persis butuh ketenangan dan stabilitas di jantung pertahanan, yang selama putaran pertama terlihat begitu goyah.

Sebenarnya, rumor soal kepindahan Kadek sudah beredar beberapa hari sebelumnya. Tak heran, Persis memang sedang getol mencari bek tengah berpengalaman. Konfirmasi ini pun langsung disambut hangat suporter. Mereka melihat Kadek sebagai figur yang pas tenang, sudah makan asam garam, dan tak mudah panik di bawah tekanan.

Bagi Persis, langkah ini adalah bagian dari misi penyelamatan. Putaran pertama meninggalkan kenangan pahit: pertahanan bobrok, koordinasi berantakan, dan kebobolan yang mudah. Hasilnya, mereka terpuruk di dasar klasemen. Target putaran kedua jelas: bertahan di Super League. Dan untuk itu, perbaikan harus dilakukan total, tidak boleh setengah hati.

Kedatangan Kadek Raditya melengkapi puzzle yang sedang disusun. Sebelumnya, Persis sudah mendatangkan Alfriyanto Nico dari Persija untuk mengisi sayap pertahanan. Mereka juga memboyong dua pemain Serbia, Vukasin Vranes dan Dusan Mijic, untuk memperkuat struktur tim. Dengan hadirnya Kadek, lini belakang Persis kini terlihat lebih padat perpaduan antara pemain lokal berpengalaman dan asing dengan fisik tangguh.

Kadek Raditya Maheswara lahir di Denpasar, 13 Juni 1999. Ia melewati jalur pembinaan elite, mulai dari SKO Ragunan pada 2014. Dari sana, bakatnya sebagai bek muda mulai terasah sebelum sempat membela Persab Youth. Fondasi itu membawanya ke Timnas Indonesia U-19 di tahun 2017, termasuk tampil di AFC U-19 Championship.

Karier profesionalnya dimulai di Persiba Balikpapan musim 2017/2018. Di klub Beruang Madu itu, Kadek mendapat jam terbang penting. Karakternya sebagai bek disiplin dan tangguh dalam duel mulai terbentuk. Pada 2019, ia hijrah ke Madura United. Bersama Laskar Karapan Sapi, ia tampil 39 kali dengan total 2.790 menit bermain dan satu gol.

Konsistensinya itu yang menarik minat Persebaya Surabaya. Mereka merekrutnya secara bebas transfer pada Juli 2023. Di Green Force, Kadek menjadi bagian penting rotasi pertahanan. Catatannya: 58 penampilan di berbagai kompetisi dengan 4.444 menit bermain. Nilai pasarnya sempat menyentuh Rp 3,48 miliar, sebelum sekarang berada di angka Rp 2,61 miliar.

Secara total di Super League, Kadek sudah mengumpulkan 92 pertandingan, dua gol, dan 6.829 menit bermain. Rekam jejak itulah yang membuat Persis yakin dan menaruh harapan besar padanya.

Namun begitu, transfer ini bukan cuma urusan Persis. Di Surabaya, keputusan melepas Kadek Raditya menimbulkan pertanyaan. Persebaya dikenal jarang melepas bek inti di tengah musim tanpa alasan yang jelas. Banyak yang menduga, ini adalah sinyal bahwa mereka sedang menyiapkan langkah berikutnya. Spekulasi pun menguat: apakah pelatih Bernardo Tavares sedang mengincar bek baru? Nama Yuran Fernandes dari PSM Makassar kembali mencuat ke permukaan.

Yuran Fernandes memang sudah lama dikaitkan dengan Persebaya. Bek asal Tanjung Verde itu dikenal sebagai salah satu yang terbaik di liga fisiknya kuat, dominan di udara, dan berpengalaman di laga besar. Kalau Persebaya benar-benar bergerak, kepergian Kadek bisa jadi adalah cara mereka membuka slot untuk pemain baru di jantung pertahanan.

Bagi PSM Makassar, situasi ini tentu perlu diwaspadai. Di tengah persiapan putaran kedua yang terbilang sepi, potensi kehilangan Yuran Fernandes bisa menjadi pukulan telak. Apalagi jika rival-rival mereka justru sibuk memperkuat diri.

Persis Solo jelas tak mau lagi jadi bulan-bulanan. Dengan Kadek Raditya sebagai benteng baru, mereka berharap pertahanan lebih solid dan kepercayaan diri tim naik. Di sisi lain, dinamika transfer ini berpotensi memicu efek domino di antara klub-klub papan atas.

Putaran kedua Super League 2025/2026 semakin seru untuk ditunggu. Dari satu peminjaman, bisa timbul gelombang perubahan di peta persaingan. Kadek Raditya sudah berpindah. Sekarang, semua mata tertuju pada langkah Persebaya selanjutnya. Akankah Yuran Fernandes menyusul? Hanya waktu dan bursa transfer yang bisa menjawab.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar