Lalu, bagaimana dengan performa trio lama? Secara kontribusi, MBG Malik, Bruno, Gali sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Tapi, statistik menunjukkan ada ruang perbaikan yang besar, terutama soal efektivitas.
- Malik Risaldi: Tampil 17 kali (978 menit). Hanya bikin 1 gol dan 2 assist, padahal Expected Goals (xG) dia 3,73. Sudah mencoba 20 kali tembakan.
- Bruno Moreira: Paling produktif. Dari 16 laga, ia cetak 7 gol dan 3 assist (xG 5,70). Akurasi umpan 78% dengan 17 umpan kunci.
- Gali Freitas: Catat 4 gol dan 3 assist dari 16 pertandingan (883 menit), dengan xG 5,54.
Angka-angka itu membuktikan, meski kontribusi individu ada, sebagai unit mesin gol, trio ini belum konsisten. Itu yang mau diubah.
Memasang Taruhan Baru: Trio BBM
Nah, untuk paruh kedua musim, Persebaya mendatangkan tiga wajah baru: Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes. Kehadiran mereka inilah yang menandai babak baru.
Bruno Paraíba diproyeksikan jadi striker ujung tombak. Dari sinilah konsep Trio BBM kemungkinan besar terbentuk mengombinasikan Bruno Paraíba, Bruno Moreira, plus satu pemain pendukung yang fleksibel.
Harapannya, formasi baru ini bisa menghadirkan keseimbangan. Ada kecepatan, ada kekuatan fisik, kemampuan duel udara, dan yang paling penting: ketajaman finishing. Semua elemen itu dianggap krusial buat bersaing di papan atas.
Target Tinggi dan Kompetisi Internal
Tavares berharap kedatangan pemain anyar ini tak cuma berdampak di lapangan hijau. Tapi juga di ruang ganti.
“Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tandasnya singkat.
Jadi, transformasi dari MBG ke BBM ini bukan berarti mengabaikan jasa pemain lama. Justru ini bukti ambisi Persebaya untuk terus bergerak, beradaptasi, dan mencari formula terbaik.
Kini, semua mata tertuju ke paruh kedua musim. Mampukah Trio BBM meledakkan lebih banyak gol secara konsisten? Pertanyaan itu masih menggantung. Tapi satu hal sudah pasti: era baru Persebaya di bawah Bernardo Tavares benar-benar dimulai. Dengan harapan, mesin golnya jadi lebih tajam dan, tentu saja, lebih mematikan.
Artikel Terkait
Balas Dendam Korea Selatan Siap Uji Nyali Garuda Futsal di Indonesia Arena
Persis Solo Garap Lima Pemain Baru, Trio Serbia Jadi Andalan
Rizky Dwi Pangestu Pilih Garudayaksa FC demi Menit Bermain dan Ambisi Promosi
Iran Diambang Mundur dari Piala Dunia 2026, Gejolak Politik dan AS Jadi Momok