Klopp Tegaskan Posisi: Tak Buru-buru Kembi ke Dunia Pelatih

- Selasa, 20 Januari 2026 | 08:30 WIB
Klopp Tegaskan Posisi: Tak Buru-buru Kembi ke Dunia Pelatih
Klopp Buka Suara

.CO.ID Nama Jurgen Klopp kembali ramai dibicarakan. Mantan pelatih Liverpool dan Borussia Dortmund itu dikait-kaitkan dengan kursi panas Real Madrid, yang baru saja ditinggalkan Xabi Alonso. Soal rumor itu, Klopp akhirnya angkat bicara. Ia memberikan jawaban yang cukup tegas, sekaligus menanggapi ketertarikan klub-klub besar terhadap dirinya.

Posisi Klopp saat ini? Ia hanya berstatus sebagai kepala sepakbola untuk kelompok Red Bull, yang mengurusi klub seperti RB Leipzig dan RB Salzburg. Jauh dari hiruk-pikuk bangku pelatih.

Gosipnya, klub raksasa Spanyol itu ingin merekrutnya untuk menggantikan Alonso. Pelatih asal Spanyol itu dipecat tak lama setelah Madrid kalah dari Barcelona di final Super Copa Spanyol pertengahan Januari lalu.

“Sebagai pribadi, saya sepenuhnya puas dengan situasi saya saat ini. Saya tidak ingin berada di tempat lain,” kata Klopp.

Intinya, dia belum punya niatan kembali melatih. Meski begitu, nada bicaranya tak sepenuhnya menutup pintu.

“Apakah saya ingin melatih lagi? Saat ini, saya akan mengatakan tidak. Tapi ya, kamu tidak boleh bilang ‘tidak akan pernah’. Saya tidak berharap mengubah pikiran, tapi siapa yang tahu?” ujarnya lagi.

Klopp juga mengaku dirinya bukanlah pelatih kelas dunia. Pernyataannya ini cukup mengejutkan, mengingat track record-nya.

“Saya masih punya banyak pertanyaan bahkan setelah segalanya selesai. Saya pernah berpikir, ‘Gimana sih caranya jadi kelas dunia kalau pertanyaannya masih seabrek?’” tutur Klopp saat berbincang dengan para wartawan di Leipzig.

Ia menambahkan, “Saya jarang menonton ulang gol-gol yang dicetak tim saya. Saya lebih tertarik memahami alur permainan, apa yang terjadi di balik hasil akhir. Hasil itu kan akibat dari performa. Jadi fokus kita ya meningkatkan performa itu, hasil biasanya mengikuti.”

Soal ketertarikan Madrid, Klopp mengaku tidak mempermasalahkannya. Tapi ia menegaskan, kabar yang beredar selama ini murni spekulasi media. Tidak lebih.

Terakhir kali dia memegang tim adalah musim 2023/24, membawa Liverpool meraih segalanya. Mulai dari Liga Premier, Piala FA, Liga Champions, sampai Piala Dunia Antarklub. Prestasi gemilang inilah yang konon membuat Madrid kepincut.

Klopp juga menyentuh soal pemecatan Xabi Alonso. Perasaannya campur aduk.

Di satu sisi ia terkejut, tapi di sisi lain, keputusan itu sebenarnya bisa ditebak. Real Madrid memang terkenal tak punya banyak toleransi untuk pelatih yang dianggap gagal. Alonso, mantan gelandang klub itu sendiri, cuma bertahan kurang dari delapan bulan. Ia pergi dengan status “kesepakatan bersama” sehari setelah kekalahan dari Barcelona.

Klopp lalu mengingatkan sejarah kelam Madrid. Ia menyebut nama Jupp Heynckes yang dipecat pada 1998, cuma delapan hari setelah memboyong gelar Liga Champions, hanya karena gagal menjuarai La Liga.

“Di Madrid memang selalu begitu kalau mereka tidak di puncak,” katanya dengan nada memahami.

Sebagai penutup, dia memberi saran untuk Madrid dan klub mana pun yang sedang mencari pelatih baru.

“Saran saya, kalau mau memecat seorang manajer, sebaiknya sudah punya gambaran jelas siapa penggantinya. Dan itu harus realistis. Kalau kamu mikir bisa merekrut Pep Guardiola, ya… peluangnya kecil banget,” pungkas Klopp. (")

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar