Di sisi lain, keputusan ini juga tak lepas dari kondisi skuad Persija yang kebanyakan pemain asing. Sebelum Franca pergi, tim mencatat punya 12 pemain asing. Jelas, ini harus dirapikan agar sesuai regulasi.
Penumpukan itu makin terasa setelah Persija mendatangkan Alaeddine Ajaraie, striker Maroko dari klub India. Kehadirannya diharapkan bisa mengasah ketajaman serangan Macan Kemayoran di putaran kedua nanti.
Dengan kata lain, kepergian Gustavo Franca adalah sebuah "pengorbanan" untuk misi yang lebih besar. Manajemen tampak serius ingin merebut tahta juara. Mereka tak mau setengah-setengah.
Sebelum ke Indonesia, Franca dikenal sebagai playmaker dengan visi permainan yang bagus. Ia sempat berkarier di beberapa klub luar negeri. Kedatangannya ke Kemayoran dulu disambut antusias.
Tapi realita di lapangan berkata lain. Ia gagal mendapatkan ritme dan menit bermain yang konsisten. Padahal, perannya diharapkan bisa mengatur tempo permainan Persija.
Namun begitu, pindah ke Arema FC bisa jadi angin segar bagi kariernya. Di Singo Edan, ia punya peluang untuk membuktikan diri dan dapat jam terbang lebih banyak. Kualitasnya tetap bisa jadi aset.
Bagi Persija, ini semua adalah kalkulasi. Mereka memilih fokus pada komposisi tim yang dianggap paling efektif untuk bertarung. Perjalanan masih panjang. Perburuan gelar juara musim ini jelas butuh langkah-langkah berani, meski kadang terasa keras.
Artikel Terkait
Enam Wakil Indonesia Bertahan di Perempat Final All England 2026
Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri di Babak 16 Besar All England
Real Madrid Hadapi Ujian Berat di Markas Celta Vigo Usai Dua Kekalahan Beruntun
Tottenham Tumbang Dramatis, Posisi di Klasemen Premier League Terancam