Herdman Gantungkan Mimpi Piala AFF pada Mental dan Pemain Lokal

- Senin, 19 Januari 2026 | 14:30 WIB
Herdman Gantungkan Mimpi Piala AFF pada Mental dan Pemain Lokal
Piala AFF 2026: Tantangan dan Ambisi Herdman

Makassar – Pertengahan tahun depan, Piala AFF 2026 bakal segera bergulir. Bagi pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, turnamen ini jelas bukan sekadar ajang biasa. Ini adalah momen pembuktian pertamanya. Dan ambisinya terang benderang: membawa pulang trofi pertama Indonesia di level Asia Tenggara.

Herdman tahu betul catatan kosong di lemari trofi Garuda. Tapi justru itulah yang memicunya. Menurut pelatih asal Kanada itu, situasi ini malah membuka peluang emas untuk menorehkan sejarah baru. Sebuah sejarah yang ingin ia tulis bersama para pemain dan tentu saja, para pendukung fanatik.

“Melakukannya untuk pertama kali dan membuat sejarah bersama para penggemar dan para pemain. Itulah pola pikir yang ingin saya bawa ke turnamen ini,” ucap Herdman, seperti dilansir Jawa Pos, Minggu (18/1/2026).

Memang, komposisi grup Indonesia terlihat cukup bersahabat. Tapi Herdman enggan berpuas diri. Ia mengingatkan satu hal penting: Piala AFF tahun depan digelar di luar kalender FIFA Matchday. Artinya, situasinya bakal jauh berbeda.

“Tidak ada FIFA window, jadi pemain dari Serie A atau Bundesliga mungkin tidak tersedia. Level permainan akan lebih setara,” jelasnya.

Nah, dalam kondisi seperti itu, Herdman yakin faktor penentunya justru ada di luar lapangan. Mental dan semangat membela negara akan jadi pembeda utama. “Tim yang sukses adalah tim yang paling ingin mewakili negaranya dan mengambil kesempatan untuk menjadi tim Indonesia pertama yang mengangkat trofi,” tegasnya.

Meski begitu, jalan menuju final pasti tak mulus. Di fase grup, Indonesia akan berjumpa dengan sang juara bertahan, Vietnam. Herdman menyambut duel panas ini dengan antusias. “Luar biasa. Kita harus diuji,” katanya singkat.

Di sisi lain, ia merasa Indonesia punya modal percaya diri. Kiprah Garuda yang berhasil melaju ke ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 diyakini telah menempa mental skuad. Karena itu, ia percaya timnya bisa memberikan perlawanan sengit.

“Kami datang sebagai tim yang tidak diunggulkan saat melawan juara bertahan. Namun, saya pikir pemain dan penggemar akan menikmati situasi itu,” ungkap mantan pelatih Toronto FC itu.

Momen Tanpa Bintang

Jadwal Piala AFF 2026 yang direncanakan berlangsung 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 memang agak janggal. Periode itu bertepatan dengan musim kompetisi klub di berbagai liga, termasuk Liga Indonesia.

“Turnamen di bulan Juli dan Agustus ini memang sesuatu yang berbeda,” akui Herdman. “Akan sulit membawa pemain tier satu dan dua karena mereka punya komitmen dengan klub. Turnamen ini juga berada di luar kalender FIFA.”

Namun begitu, pelatih asal Inggris ini justru melihat sisi positifnya. Baginya, Piala AFF adalah kesempatan sempurna untuk mengukur kedalaman skuad Indonesia. “Saya melihat turnamen di Agustus ini sebagai kesempatan bagus untuk memahami seberapa dalam kolam talenta yang dimiliki Indonesia,” imbuhnya.

Rencananya, Herdman akan memanfaatkan turnamen ini dengan memanggil pemain-pemain andalan liga domestik. Mereka yang jarang dapat tempat di FIFA Matchday Maret dan Juni juga bakal dilirik. “Sebagai pelatih baru, struktur turnamen ini sempurna. Anda bisa menggunakan kolam pemain yang jauh lebih besar,” tegasnya.

Ia pun membuat perbandingan. Piala AFF, dalam pandangannya, mirip dengan Gold Cup di kawasan CONCACAF. Di turnamen seperti itu, pemain bintang seperti Alphonso Davies atau Jonathan David pun kerap tak bisa turun karena kendala klub.

“Anda harus memaksimalkan pemain lokal dan kumpulan talenta yang lebih luas,” ujar Herdman.

Untuk diketahui, Piala AFF 2026 akan menggunakan sistem kandang-tandang untuk fase grup (secara acak) hingga semifinal dan final. Sejak pertama kali ikut tahun 1996, Indonesia memang belum pernah juara. Prestasi terbaiknya cuma enam kali jadi runner-up. Itulah sejarah kelam yang coba diubah Herdman.

Berikut pembagian grupnya:

Grup A: Vietnam, Singapura, Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam/Timor Leste.

Grup B: Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos.

Play-off penentuan peserta terakhir Grup A antara Timor Leste dan Brunei Darussalam akan digelar 6 Juni 2026.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar