Herdman Gantungkan Mimpi Piala AFF pada Mental dan Pemain Lokal

- Senin, 19 Januari 2026 | 14:30 WIB
Herdman Gantungkan Mimpi Piala AFF pada Mental dan Pemain Lokal

“Turnamen di bulan Juli dan Agustus ini memang sesuatu yang berbeda,” akui Herdman. “Akan sulit membawa pemain tier satu dan dua karena mereka punya komitmen dengan klub. Turnamen ini juga berada di luar kalender FIFA.”

Namun begitu, pelatih asal Inggris ini justru melihat sisi positifnya. Baginya, Piala AFF adalah kesempatan sempurna untuk mengukur kedalaman skuad Indonesia. “Saya melihat turnamen di Agustus ini sebagai kesempatan bagus untuk memahami seberapa dalam kolam talenta yang dimiliki Indonesia,” imbuhnya.

Rencananya, Herdman akan memanfaatkan turnamen ini dengan memanggil pemain-pemain andalan liga domestik. Mereka yang jarang dapat tempat di FIFA Matchday Maret dan Juni juga bakal dilirik. “Sebagai pelatih baru, struktur turnamen ini sempurna. Anda bisa menggunakan kolam pemain yang jauh lebih besar,” tegasnya.

Ia pun membuat perbandingan. Piala AFF, dalam pandangannya, mirip dengan Gold Cup di kawasan CONCACAF. Di turnamen seperti itu, pemain bintang seperti Alphonso Davies atau Jonathan David pun kerap tak bisa turun karena kendala klub.

“Anda harus memaksimalkan pemain lokal dan kumpulan talenta yang lebih luas,” ujar Herdman.

Untuk diketahui, Piala AFF 2026 akan menggunakan sistem kandang-tandang untuk fase grup (secara acak) hingga semifinal dan final. Sejak pertama kali ikut tahun 1996, Indonesia memang belum pernah juara. Prestasi terbaiknya cuma enam kali jadi runner-up. Itulah sejarah kelam yang coba diubah Herdman.

Berikut pembagian grupnya:

Grup A: Vietnam, Singapura, Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam/Timor Leste.

Grup B: Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos.

Play-off penentuan peserta terakhir Grup A antara Timor Leste dan Brunei Darussalam akan digelar 6 Juni 2026.


Halaman:

Komentar