Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya protes dari pedagang thrifting terkait penguatan aturan impor pakaian bekas ilegal. Berbagai keluhan tersebut banyak ditemukan Purbaya di platform media sosial TikTok.
Kebijakan pengetatan impor baju bekas ilegal ini diatur melalui aturan baru yang diterbitkan pemerintah. Langkah ini menuai reaksi dari para pedagang thrifting yang menggantungkan hidupnya dari bisnis tersebut.
"Saya juga monitor TikTok dulu untuk melihat apa sih respons masyarakat? Rupanya banyak juga pedagang itu yang hidup dari situ ya. Pedagang thrifting, marah-marah sama saya, katanya, aduh salah, harus dikasih harga, gitu-gitu," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Jakarta Pusat, Senin (3/10).
Menurut Purbaya, pedagang thrifting saat ini hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek. Padahal, praktik perdagangan pakaian bekas ilegal dapat mematikan industri garmen dalam negeri.
Meski impor pakaian bekas akan dibatasi, Purbaya meyakini para pedagang thrifting tetap dapat beradaptasi. Ia menyarankan agar mereka beralih ke produk fashion lokal.
"Kalau saya berubah jadi barang-barang dalam negeri saja, dengan peraturan yang pas ya, dia bisa dagang. Kita nanti pelan-pelan, industri hidup dan nanti lapangan kerja lebih hidup, dia juga mungkin bisa usaha yang lain dengan ada yang beli. Karena daya beli masyarakat kita bagus ketika banyak kerjaan di mana-mana," jelasnya.
Selain pakaian bekas, Purbaya menyatakan akan memperketat impor komoditas ilegal lainnya seperti baja dan sepatu. Tujuannya untuk melindungi pasar domestik dari dominasi produk asing ilegal.
"90 persen domestic demand kalau kita buka semua untuk barang-barang produksi asing tadi, yang ilegal, ya pasar kita dikuasai asing. Apalagi kita mau begitu? Nanti kita komplain lagi, enggak ada kerjaan, enggak ada ini, enggak ada itu," tegas Purbaya.
Purbaya juga akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang memprotes kebijakan ini, terutama yang diuntungkan dari impor ilegal.
"Sebagian pemain yang diuntungkan ribut. Saya sih gampang jawabnya. Gimana kalau ada yang protes? Ya udah, saya lihat. Siapa yang paling keras protesnya, itu saya tangkap duluan. Karena berarti dia dalang di belakangnya," pungkasnya.
Artikel Terkait
BUVA Bantah Keterkaitan dengan Kasus Pasar Modal yang Ditangani Bareskrim
PT Sanurhasta Mitra (MINA) Bantah Keterkaitan dengan Kasus Pasar Modal
OJK Pastikan IPO Kuartal I 2026 Pakai Aturan Free Float 7,5 Persen
IHSG Anjlok 4,73% Pekan Lalu, BUMI Paling Aktif dengan Transaksi Rp10,98 Triliun