Perjanjian Dagang AS-Swiss: Investasi Rp 3.100 T & Tarif Impor Turun Drastis

- Sabtu, 15 November 2025 | 17:06 WIB
Perjanjian Dagang AS-Swiss: Investasi Rp 3.100 T & Tarif Impor Turun Drastis
Perjanjian Dagang AS dan Swiss: Tarif Turun, Investasi Meningkat

AS dan Swiss Jalin Kerja Sama Dagang Baru, Tarif Impor Dipotong Hingga 15%

Amerika Serikat dan Swiss telah mengumumkan kesepakatan mengenai kerangka perjanjian dagang yang baru. Inti dari kesepakatan ini adalah pemotongan tarif impor untuk produk-produk Swiss di pasar AS, yang turun secara signifikan menjadi hanya 15 persen, dari yang sebelumnya mencapai 39 persen. Sebagai bagian dari kesepakatan strategis ini, perusahaan-perusahaan asal Swiss juga berkomitmen untuk menanamkan investasi jangka panjang senilai 200 miliar Dolar AS di Amerika hingga akhir tahun 2028.

Berdasarkan target yang disampaikan oleh Gedung Putih, proses negosiasi untuk memfinalisasi seluruh detail perjanjian ini ditargetkan akan selesai pada kuartal pertama tahun 2026. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa kesepakatan ini berhasil meruntuhkan hambatan perdagangan yang telah berlangsung lama dan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi berbagai produk yang dihasilkan oleh Amerika Serikat.

Greer juga menekankan bahwa aliran investasi besar-besaran dari Swiss ini diharapkan dapat membantu mengurangi defisit perdagangan Amerika, khususnya dalam sektor farmasi dan sektor strategis lainnya. Komitmen investasi ini diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru di dalam negeri AS.

Dari total komitmen investasi sebesar 200 miliar Dolar AS, Gedung Putih mengungkapkan bahwa setidaknya 67 miliar Dolar AS di antaranya akan direalisasikan masuk pada tahun 2026. Angka ini mencakup beberapa komitmen yang sebelumnya telah diumumkan, seperti investasi 50 miliar Dolar AS dari raksasa farmasi Roche, 23 miliar Dolar AS dari Novartis, serta investasi dari ABB di bidang teknik dan Stadler di industri perkeretaapian. Sektor yang menjadi tujuan investasi tidak hanya terbatas pada farmasi, yang merupakan ekspor utama Swiss ke AS, tetapi juga merambah ke produksi perangkat medis, kedirgantaraan, dan manufaktur emas.

Batas Maksimal Tarif Farmasi dan Manfaat bagi Swiss

Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah jaminan batas maksimal tarif sebesar 15 persen untuk produsen farmasi Swiss. Kebijakan ini menjadi pengamanan penting yang membatasi dampak dari tarif nasional keamanan (Section 232) yang dapat mencapai level sangat tinggi hingga 100 persen untuk obat-obatan tertentu yang masih dipatenkan.

Menteri Ekonomi Swiss, Guy Parmelin, menyatakan bahwa batas tarif 15 persen ini juga akan berlaku untuk tarif Section 232 di masa depan yang mungkin diterapkan pada sektor lain, seperti semikonduktor. Hal ini menempatkan posisi Swiss setara dengan Uni Eropa di pasar AS. "Kesepakatan ini menempatkan Swiss pada level yang sama dengan Uni Eropa. Risiko tarif sektor-spesifik yang jauh lebih tinggi kini dapat dihindari," ujarnya.

Sebagai bentuk timbal balik, Pemerintah Swiss berkomitmen untuk menurunkan bea masuk untuk berbagai produk industri, ikan dan makanan laut, serta produk pertanian AS yang dianggap tidak sensitif. Swiss juga akan memberikan kuota tarif bebas bea untuk impor 500 ton daging sapi, 1.000 ton daging bison, dan 1.500 ton daging unggas dari Amerika Serikat.

Sambutan Positif dari Pelaku Industri Swiss

Kesepakatan dagang ini disambut dengan sangat baik oleh pelaku industri di Swiss. Bagi mereka, perjanjian ini menyetarakan posisi daya saing mereka dengan para kompetitor dari Uni Eropa yang telah lebih dahulu menikmati tarif 15 persen untuk ekspor mereka ke AS.

Presiden Swissmechanic, Nicola Tettamanti, menyebut kabar ini sebagai perkembangan yang positif. "Bagi sektor industri yang sejak Agustus dikenakan tarif 39 persen, ini adalah kabar baik. Untuk pertama kalinya, kami berada dalam kondisi yang sama di pasar AS dengan kompetitor Eropa," katanya.

Menurut analisis dari KOF Swiss Economic Institute di ETH Zurich, sektor-sektor seperti mesin, instrumen presisi, jam tangan, dan makanan dari Swiss diperkirakan akan merasakan manfaat paling besar dari penurunan tarif ini. Lembaga ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Swiss pada tahun 2026 dapat meningkat menjadi lebih dari 1 persen, berkat dampak positif dari perjanjian dagang ini.

Data dari Biro Sensus AS mencatat bahwa Swiss mencatatkan surplus perdagangan barang dengan AS sebesar 38,3 miliar Dolar AS pada tahun 2024. Angka ini kemudian melonjak signifikan menjadi 55,7 miliar Dolar AS pada periode 2025 hingga Juli, didorong oleh lonjakan impor AS dari Swiss tepat sebelum penerapan kebijakan tarif tertentu pada awal April.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar