“Kami semua sangat shock dan terpukul,” ujar Yusrinal, suaranya bergetar.
“Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat dia merajut mimpi masa mudanya. Dan hari ini, Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini. Beliau 'pulang' saat sedang bahagia berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya di lapangan.”
Untuk sementara, jenazah almarhum masih berada di Ruang Jenazah RSSA. Setelah proses pemulasaraan selesai, akan dibawa ke rumah duka di Jalan Turi RT 5 RW 2, Desa Putat Kidul, Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Yusrinal menutup pernyataannya dengan permohonan doa.
“Mari kita doakan bersama, semoga Almarhum Kuncoro Husnul Khotimah, dilapangkan kuburnya, dan diterangkan jalannya menuju Surga-Mu, Ya Allah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.”
Sebuah akhir yang menyedihkan di tengah pesta olahraga. Sepak bola Malang kembali kehilangan salah satu putranya.
Artikel Terkait
Manajemen Persija Buka Suara Soal Rumor Panas Ivar Jenner
Bobotoh Banjiri Instagram Ramos, Ajak Legenda Spanyol Gabung Persib
Real Madrid Siapkan Tawaran Besar untuk Boyong Enzo Fernandez dari Chelsea
Paes Bantah Keras Rumor Hijrah ke Persib: Berita Palsu!