Memasuki gim kedua, Jonatan seperti menemukan ritme terbaiknya. Dia langsung melesat 4-1. Variasi permainannya bikin Popov keteteran, dan keunggulan 11-6 di interval seolah menegaskan dominasi.
Setelah jeda, Jonatan malah makin menggila. Keunggulan melebar jadi 14-6. Semua pikir pertandingan bakal cepat beres. Eh, nggak disangka, fokusnya agak mengendur. Ini jadi celah buat Popov yang pantang menyerah. Skor yang tadinya 15-8, dipersempit jadi 15-13. Suasana pun mencekam.
Jonatan melakukan beberapa kesalahan, pukulannya ada yang out dan nyangkut di net. Tapi di momen-momen genting, dia bisa mengendalikan diri.
Dia akhirnya menutup pertandingan dengan skor sama, 21-19. Sebuah kemenangan keras yang benar-benar diperjuangkan.
Artikel Terkait
PSM Makassar Gagal Pertahankan Keunggulan, Imbang 2-2 Lawan Persita
PSS Sleman Kokoh di Puncak, PSIS Semarang Terancam Degradasi
PSM Makassar Hadapi Persita dalam Laga Penuh Tekanan di Stadion Gelora BJ Habibie
Tavares Hadapi Ujian Berat Lawan Persib di Tengah Jadwal Padat Persebaya