Polri akhirnya angkat bicara soal demo yang membanjiri sejumlah daerah. Aksi massa ini dipicu oleh insiden penganiayaan oleh oknum Brimob, Bripda MS, yang menewaskan seorang siswa SMP di Tual, Maluku Tenggara. Dalam responsnya, institusi ini menyatakan diri terbuka untuk dikritik dan siap mengevaluasi diri.
Menurut sejumlah saksi, suasana demo terbilang panas. Namun begitu, pihak kepolisian berusaha memahami kemarahan warga.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu lalu.
"Kami paham betul perasaan kecewa dan marah masyarakat terkait insiden di Tual. Tapi, mari kita dudukkan masalah ini dengan kepala dingin," ujarnya.
Artikel Terkait
Waktu Buka Puasa di Kota-Kota Besar Indonesia, Rabu 25 Februari 2026
Mendagri Tito Karnavian Soroti Indonesia Sebagai Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Ketiga Dunia
Tukang Ojek Gugat Pemkab Pandeglang Rp 100 Miliar Atas Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang
Jasa Raharja Siapkan Skema Terpadu Antisipasi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026