Aprilia Berjuang Keras Pertahankan Bezzecchi dan Martin dari Serbuan Rival

- Jumat, 16 Januari 2026 | 13:40 WIB
Aprilia Berjuang Keras Pertahankan Bezzecchi dan Martin dari Serbuan Rival

Bursa transfer MotoGP 2027 sudah mulai berisik. Massimo Rivola, bos Aprilia Racing, tak bisa lagi bersikap santai. Ia mengakui, dua aset berharganya, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, sudah jadi incaran tim-tim rival. Tawaran menggiurkan, tentu saja, sudah mengetuk pintu kedua pembalap itu.

Memang, situasinya cukup panas. Kontrak hampir seluruh bintang MotoGP dari Bezzecchi, Martin, sampai Bagnaia dan Marquez akan berakhir pada 2027. Tak heran jika tim-tim pabrikan sudah mulai bergerak lebih awal, berburu kesepakatan sebelum terlambat. Di tengah hiruk-pikuk itu, nama Bezzecchi dan Martin disebut-sebut sebagai komoditas paling laris.

Rivola sendiri lebih fokus untuk mempertahankan Marco Bezzecchi. Performa impresif sang pembalap di 2025, dengan finis di podium ketiga, membuat Aprilia enggan melepasnya. Namun begitu, tekanan dari luar tak bisa dianggap enteng.

“Jujur, saya sebenarnya tidak ingin terburu-buru. Tapi mungkin saya terpaksa harus bergerak cepat karena tim-tim lain bergerak cukup agresif. Saya tahu mereka menawarkan banyak uang kepada pembalap kami,” ujar Rivola.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa hubungan dengan Bezzecchi bukan sekadar transaksi. “Namun pada akhirnya, ini adalah komitmen yang harus kami bangun bersama. Jelas, bersama Marco, kami sudah mulai membangun sesuatu yang bisa dikenang dan berkelanjutan,” sambungnya.

Lalu bagaimana dengan Jorge Martin? Situasinya agak berbeda. Rivola terang-terangan menyebut bahwa pembicaraan kontrak dengan juara dunia 2024 itu belum dimulai. Aprilia tampaknya ingin bersikap lebih hati-hati.

“Dengan Jorge, kami belum memulainya. Saya ingin melihat dia 100 persen bugar secara fisik, dan saat ini dia masih jauh dari kondisi itu,” katanya.

Meski begitu, Rivola tak menampik potensi besar yang dibawa Martin. “Dia adalah juara dunia, jadi tentu akan sangat menyenangkan melihatnya bersama kami di masa depan. Namun pertama-tama, kami perlu memberinya waktu. Prioritas utama adalah memiliki motor sebaik mungkin,” tambahnya.

Martin sendiri sebelumnya sempat dikaitkan dengan Honda. Kabarnya, sang pembalap bahkan mencoba mengaktifkan klausul performa dalam kontraknya dengan Aprilia. Hingga kini, ia masih diyakini sebagai target utama pabrikan Jepang tersebut. Menurut sejumlah saksi, persaingan untuk mendapatkan tandatangan Martin akan menjadi salah satu drama menarik di balik layar.

Jadi, meski musim 2026 belum juga dimulai, perang di meja negosiasi untuk 2027 sudah terasa sekali. Aprilia, di bawah kendali Rivola, ditantang untuk tak hanya menyediakan motor kompetitif, tapi juga menjaga talenta terbaiknya dari incaran tim lain yang siap merogoh kocek dalam-dalam.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar