Dia menggambarkan momen pertama kali juara itu sebagai sesuatu yang spesial. Sebuah pencapaian yang ingin dibangun bersama para pemain dan tentu saja, bersama jutaan suporter Garuda.
“Jadi, untuk melakukannya pertama kalinya dan mencetak sejarah bersama-sama dengan para penggemar, dengan kelompok pemain, itulah pola pikir yang ingin Anda bawa ke dalam turnamen ini,” tambahnya.
Namun begitu, optimisme itu tidak buta. Herdman cukup realistis. Dia tak mau timnya lengah sedikitpun. Menurutnya, Piala AFF punya karakteristik unik; setiap laga, melawan tim manapun, selalu punya kesulitan sendiri-sendiri. Tak ada yang bisa dianggap enteng.
“Dan menurut saya, ini adalah peluang yang tulus dengan grup yang kita miliki. Namun saya akan katakan ini kepada semua orang: setiap tim, setiap grup akan sulit dalam kompetisi ini,” tegasnya.
Jadi, tekad sudah bulat. Harapan menggebu. Tapi semua itu harus diwujudkan di lapangan, pertandingan demi pertandingan. Perjalanan panjang menuju Agustus 2026 kini resmi dimulai.
Artikel Terkait
Rizky Ridho: Ini Saatnya Akhiri Kutukan Runner-up di Piala AFF
Grup Neraka Menanti Garuda di Piala AFF 2026
Barongsai Jogja Siap Tancapkan Prestasi di Ajang Elite Tiongkok
Smash Nyaris 480 km/jam di Malaysia Open, Tapi Gelar Tak Jatuh ke Tangan yang Tercepat