Persebaya Pacu Adaptasi dan Persaingan Jelang Paruh Musim Kedua

- Rabu, 14 Januari 2026 | 20:40 WIB
Persebaya Pacu Adaptasi dan Persaingan Jelang Paruh Musim Kedua

SURABAYA – Jeda kompetisi tiba. Bagi Persebaya Surabaya, momen ini bukan sekadar istirahat, melainkan peluang emas. Tim berjuluk Bajul Ijo itu langsung tancap gas, fokus memperkuat fondasi skuad untuk paruh kedua musim yang pasti lebih sengit.

Bernardo Tavares, sang pelatih, tak mau waktu terbuang percuma. Baginya, fase ini krusial. “Setelah itu kami harus bekerja keras karena ada pemain baru yang datang. Kami perlu lebih mengenal karakteristik semua pemain,” ujar Tavares, seperti dikutip dari situs resmi klub, Rabu (14/1/2026).

Adaptasi jadi kunci. Dengan beberapa wajah baru bergabung, proses saling memahami karakter permainan dan kebutuhan taktik harus berjalan cepat. Tak cuma omong doang, langkah konkret langsung disiapkan.

Rencananya, Persebaya akan menggelar sejumlah laga uji coba. Pertandingan persahabatan itu bukan sekadar pemanasan. Lebih dari itu, ia difungsikan sebagai ajang pembuktian, terutama buat pemain yang di putaran pertama jarang dapat menit bermain.

“Kami ingin melihat pemain yang belum banyak bermain. Pertandingan persahabatan penting untuk menciptakan persaingan di dalam tim,” tegas Tavares.

Nah, soal persaingan internal inilah yang jadi titik berat. Tavares yakin, tim yang tangguh lahir dari kompetisi sehat di setiap posisi. Dia ingin tiap lini punya dua atau tiga opsi pemain dengan kualitas yang berimbang.

“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelasnya.

Pendekatan ini diharapkan memacu intensitas latihan. Hasilnya, kesiapan tim menghadapi jadwal padat nanti diharapkan bisa lebih optimal.

Untuk memperkuat persaingan itu, manajemen sudah mendatangkan tiga pemain asing baru: Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes. Kehadiran mereka diharapkan tak cuma menambah opsi taktik, tapi juga meningkatkan kualitas skuad secara keseluruhan.

Menurut Tavares, kombinasi antara pemain lama dan pendatang baru ini berpotensi besar memberi dampak positif. Bukan cuma di lapangan hijau, tapi juga di ruang ganti. “Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tandasnya.

Jadi, skemanya jelas. Adaptasi dipercepat, uji coba dijalankan, dan persaingan dipersengit. Dengan strategi ini, Persebaya berharap bisa menyambut paruh kedua kompetisi dengan performa yang jauh lebih stabil dan konsisten. Targetnya jelas: naik kelas.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar