Suasana Masjid Ar-Ra'iya di kompleks DPRD Sumatera Selatan tampak berbeda malam itu. Bukan hanya jemaah biasa yang memadatinya, tapi juga para petinggi daerah. Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho hadir dalam pengajian Ramadan itu, duduk berdampingan dengan anggota Forkopimda lainnya. Acara yang sekilas religius ini ternyata punya muatan strategis: memperkuat keamanan dengan pendekatan yang lebih humanis.
Kehadiran Irjen Sandi bukan sekadar formalitas. Ini adalah bagian dari apa yang mereka sebut "Safari Ramadan," sebuah upaya konkret mengedepankan soft approach. Gagasannya sederhana: menjaga situasi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) yang kondusif tak melulu soal penegakan hukum yang ketat. Tapi juga lewat pendekatan yang menyejukkan, atau cooling system, dengan membangun kebersamaan.
Ketua DPRD Sumsel, dalam sambutannya, menyambut baik langkah ini.
"Marhaban ya Ramadan. Momentum bulan suci ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kepedulian sosial," ujarnya.
Ia menekankan, kolaborasi antarinstansi adalah kunci untuk pembangunan Sumsel yang berkelanjutan.
Di sisi lain, hadir pula Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra, mewakili Gubernur Herman Deru. Candra melihat sinergi Forkopimda sebagai pondasi utama. Menurutnya, pembangunan daerah baru bisa optimal kalau keamanan dan ketertiban terjaga dengan konsisten. Titik temunya jelas: stabilitas.
Nuansa kebersamaan itu semakin kental saat penceramah naik ke mimbar. Pesan yang disampaikan bukan cuma tentang keimanan, tapi juga integritas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik. Sebuah pesan yang selaras, tentu saja, dengan komitmen Polri untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59