Begitu bunyi salah satu kalimat dalam postingan itu. Dia menutup pesannya dengan pernyataan penuh harga diri, "Saya pergi dengan rasa hormat, rasa terima kasih, dan kebanggaan karena telah melakukan yang terbaik."
Sementara Alonso menyiapkan barang-barangnya, manajemen Madrid sudah bergerak cepat. Mereka tak perlu mencari jauh-jauh. Alvaro Arbeloa, yang selama ini menangani tim cadangan Castilla, langsung dipromosikan untuk mengisi kekosongan kursi pelatih utama. Transisi internal yang mulus, setidaknya di atas kertas.
Lalu, bagaimana dengan masa depan Alonso sendiri? Periode singkatnya di Madrid hanya sekitar setengah musim tentu jadi bahan evaluasi pahit. Tapi jangan salah, reputasinya sebagai pelatih muda berbakat di Eropa tidak serta-merta runtuh. Tekanan di klub sebesar Real Madrid memang gila-gilaan, dan banyak yang bersimpati pada situasi yang dihadapinya.
Dia kini punya waktu untuk beristirahat sejenak. Tapi mungkin tak akan lama. Nama Alonso sudah kembali dikaitkan dengan beberapa klub top. Liverpool, misalnya, tempat dia dulu pernah berseragam, selalu disebut dalam setiap spekulasi. Ada juga Tottenham Hotspur di London yang dikabarkan sedang memantau situasi.
Dengan modal pengalaman dan nama besarnya, Xabi Alonso diprediksi tak akan menganggur terlalu lama. Mata sejumlah raksasa Eropa kemungkinan masih tertuju padanya, menunggu langkah berikutnya dari pria asal Basque itu.
Artikel Terkait
Masa Depan Douglas Luiz Terkatung-katung, Juventus dan Forest Sama-Sama Tak Ingin
Pound Fit Menggebrak, WTC Mangga Dua Bergoyang di Weekend Seru
Herdman Tak Mau Buang Waktu, Langsung Dekati Pemain Indonesia Satu per Satu
Herdman Buka Rahasia: Kontak dengan Pemain Inti Timnas Sudah Dimulai Sejak Natal