Stadion GBLA gemuruh, Minggu malam itu. Tapi bukan karena gol spektakuler atau permainan menawan. Persija Jakarta justru tumbang 0-1 dari Persib Bandung dalam laga panas pekan ke-17 Super League 2025/26. Dan suasana di ruang konferensi pers usai laga, ternyata tak kalah panas.
Mauricio Souza, sang pelatih Persija, jelas tak puas. Bukan cuma soal hasil, tapi lebih pada bagaimana pertandingan itu berjalan. Dengan nada kesal yang tak sepenuhnya bisa disembunyikan, pelatih asal Brasil itu menyoroti dua hal: kualitas permainan dan kinerja wasit.
"Pertandingannya, menurut saya, payah. Baik secara teknik maupun taktik," ujarnya blak-blakan.
"Bayangkan, penonton yang cinta sepak bola dan datang ke sini, hampir tidak melihat sepak bola sama sekali."
Ia mengakui atmosfer luar biasa dari penuh nya stadion. Ini kan duel puncak klasemen, pikirnya, semestinya berlangsung dengan intensitas tinggi. Tapi kenyataannya? Justru sebaliknya. "Saya ingin lihat pertandingan di Indonesia lebih intens. Jangan berhenti-henti terus. Tadi? Terlalu banyak jeda," keluhnya.
Menurut Souza, wasit utama asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin, terlalu sering menginterupsi alur permainan. "Setiap ada free kick, wasit datang dan ngobrol lama dengan pemain. Permainan jadi terpotong-potong."
Artikel Terkait
Ledakan Emosi Conte di San Siro: Kartu Merah dan Protes yang Mengguncang Laga Inter vs Napoli
Pangkat Melonjak Dua Tingkat, Hadiah Istimewa untuk Atlet TNI Peraih Emas SEA Games
Diks dan Hubner Cetak Gol, Malam Minggu Indonesia Bersinar di Eropa
Drama Gol dan Kartu Merah, Barcelona Kalahkan Madrid di Final Super Spanyol