KUALA LUMPUR – Aroma persaingan sudah tercium. Untuk Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, Malaysia Open 2026 bukan sekadar turnamen biasa. Ini adalah pembuka musim, pertarungan pertama di tahun baru. Meski mereka datang dengan modal peringkat enam dunia sebuah pencapaian solid untuk pasangan yang baru enam bulan berduet rasa waspada justru lebih dominan. Mereka tahu, semua lawan di ganda putra pasti sudah menyiapkan sesuatu yang spesial.
Turnamen yang berlangsung 6 hingga 11 Januari di Axiata Arena ini memang selalu istimewa. Lapangannya sudah mereka coba. "Kurang lebih sama seperti tahun sebelumnya," ujar Fajar. Angin dari pendingin ruangan, tipikal arena di Asia Tenggara, tetap menjadi faktor yang harus diakali. Namun begitu, persiapan fisik dan teknis bukan lagi jadi satu-satunya fokus.
"Sekarang tinggal kami persiapannya dijaga, pikirannya, stamina-nya dan fokusnya yang paling penting," tambahnya. Alasannya sederhana tapi berat: ini awal tahun. Setiap pasangan punya waktu panjang untuk mematangkan strategi. Semua pasti mengincar hasil maksimal. Artinya, jalan menuju podium akan jauh lebih berliku.
Fajar sendiri mengingatkan, papan peringkat dunia bukan jaminan. "Tahun 2026 ini kembali dari 0-0," katanya tegas dalam rilis PBSI, Rabu (7/1/2025).
"Meskipun ranking ada di bekas tahun sebelumnya. Di tahun 2025 pasangan Korea, Kim Won Ho/Seo Seung Jae meraih 11 gelar juara tapi itu bukan berarti pasangan lain juga tidak mampu menghadapinya. Siapapun bisa dilawan, bisa dihadapi tergantung pada persiapan dan kesiapannya. Semua bisa terjadi."
Peringkat enam dunia itu justru dia anggap sebagai motivasi sekaligus beban. Mereka ingin lebih, tentu saja. Menembus lima besar, bahkan tiga besar. Tapi di sisi lain, tekanan untuk mempertahankan konsistensi juga nyata.
Di mata Shohibul Fikri, tantangan tahun ini punya warna lain. Dia memprediksi akan banyak gebrakan dari pasangan-pasangan muda yang lapar akan kemenangan. Hal ini yang menurutnya akan membuat Malaysia Open 2026 jadi lebih berwarna dan tak terduga.
"Seperti di Indonesia ada Raymond/Joaquin. Di negara luar dari Malaysia misalnya juga ada tujuh pasangan, itu juga beberapa pemain muda. Pasti ada gebrakan baru-baru yang harus kami waspadai."
Perjalanan mereka segera dimulai. Di babak 32 besar, Rabu (7/1/2026), MURIANETWORK.COM/Fikri akan berhadapan dengan wakil Taiwan, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen. Persiapan teknis dan adaptasi lapangan sudah dirasa cukup. Kini, yang tersisa adalah pertarungan di dalam kepala.
"Tinggal mempersiapkan mental dan pikiran saja untuk menghadapi pertandingan," ucap Fikri. Nadanya optimis, tapi tetap terukur. Harapannya jelas: tampil sebaik, atau bahkan lebih baik, dari enam bulan pertama mereka yang gemilang.
"Memulai 2026 di top 6 pastinya menjadi motivasi lebih dan kami pengen bisa masuk ke top 5 dan top 3 juga. Semoga di tahun ini minimal bisa sama bagusnya dengan 6 bulan ke belakang."
Pertandingan pertama itu akan menjadi penanda. Apakah modal waspada dan optimisme mereka cukup untuk mengawali tahun dengan manis? Jawabannya segera tersaji di Axiata Arena.
Artikel Terkait
Real Madrid Tegaskan Mourinho Bukan Opsi, Fokus ke Klopp dan Proyek Jangka Panjang
Janice Tjen Tembus Peringkat 36 Dunia, Rekor Tertinggi Kariernya
Mantan Manajer Persija Harianto Badjoeri Meninggal Dunia
Flick Anggap Wajar Reaksi Kesal Yamal Usai Barcelona Kembali ke Puncak Klasemen