Di sinilah Joshua menunjukkan keunggulan kelasnya. Dia menjatuhkan Paul dua kali, menggoyahkan pertahanan sang lawan. Momentum itu terus dibawanya. Tak lama setelah gong ronde keenam berbunyi, sebuah pukulan kanan keras Joshua langsung mengakhiri segalanya. Paul terjatuh dan tak mampu bangun lagi.
Kemenangan ini langsung dimanfaatkan Joshua untuk mengirim pesan. Di usianya yang ke-36, petinju asal Inggris itu tak punya waktu untuk bertele-tele. Usai laga, dengan napas masih tersengal, dia melontarkan tantangan terbuka kepada rival bebuyutannya, Tyson Fury.
Kalimat itu jelas sebuah tembakan. Sekaligus penegasan bahwa Joshua masih sangat haus akan pertarungan-pertarungan besar. Sementara bagi Jake Paul, malam itu adalah akhir yang getir. Mimpi untuk diakui di dunia tinju profesional seakan dihantam pukulan realita yang sangat keras.
Artikel Terkait
Persebaya Incar Ramadhan Sananta dan Victor Dethan untuk Proyek Ambisius Bernardo Tavares
FIFA Tolak Sanksi untuk Israel, Abaikan Putusan dan Kritik ICJ
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Ungguli Rival Rookie di Dua Seri Pembuka Moto3 2026