Erick Thohir: Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Penonton di Pasar Olahraga Rp 8.700 Triliun

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 17:36 WIB
Erick Thohir: Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Penonton di Pasar Olahraga Rp 8.700 Triliun

Nilai pasar industri olahraga global saat ini benar-benar fantastis: mencapai USD 521 miliar. Kalau dirupiahkan, angkanya nyaris Rp 8.700 triliun. Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, angka sebesar itu jelas menunjukkan olahraga bukan lagi sekadar urusan lapangan dan kompetisi. Ini adalah sektor ekonomi yang punya prospek luar biasa. Dan Indonesia, kata dia, harus mulai serius menatap peluang besar ini.

“Kita enggak boleh cuma jadi penonton,” tegas Erick. Menurutnya, sudah waktunya Indonesia ikut ambil bagian dalam ‘kue’ industri olahraga dunia. Caranya? Dengan memperkuat ekosistem, menyederhanakan regulasi, dan yang tak kalah penting, mengubah pola pikir.

Ia menegaskan, pengembangan industri olahraga harus jadi agenda bersama. “Kalau kitanya doang, enggak,” ujarnya. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga mutlak diperlukan untuk menciptakan kegiatan ekonomi baru, baik di bidang sport industry maupun sport tourism.

Erick menyampaikan hal itu dalam sesi doorstop di Indonesia Arena, Sabtu (6/12).

Sport industry nilainya tadi 521 miliar [USD]. Hampir berapa ribu triliun. Yang sayang kalau kita enggak ada ambil kue itu untuk pertumbuhan kita. Nah ini yang kira-kira Indonesia Sports Summit fungsinya ini,” paparnya.

Di sisi lain, Erick melihat peluang ini sebagai pendorong investasi dan pencipta lapangan kerja. Ia mengingatkan, kontribusi pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 7-10%. Sisanya, harus digerakkan oleh daya beli masyarakat dan investasi.

“Jadi ini menjadi sebuah pertumbuhan ekonomi,” sambungnya. “Kembali ya kita harus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder.”

Untungnya, modal awal Indonesia sudah ada. Event olahraga bertaraf internasional kian sering digelar di tanah air. Minat generasi muda terhadap dunia olahraga juga tampak meningkat. Dengan pengelolaan yang tepat dan terstruktur, olahraga bisa benar-benar bertransformasi. Dari sekadar ajang pertandingan, menjadi penggerak ekonomi yang profesional dan berkelanjutan.

Reporter: Fadhil Pramudya

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler