Kastil Jin Muncul Sepulang Maghrib, Praktisi Ruqyah Cerita Pengalaman Nyasar ke Dimensi Lain

- Selasa, 03 Februari 2026 | 19:00 WIB
Kastil Jin Muncul Sepulang Maghrib, Praktisi Ruqyah Cerita Pengalaman Nyasar ke Dimensi Lain

Pulang Shalat Maghrib, Tak Sengaja Masuk ke Alam Jin

✍🏻 Ahmad Suryana (praktisi ruqyah)

Dua tiga tahun belakangan ini, sejak saya makin aktif meruqyah, serangan dari jin-jin random di jalan jadi hal yang lumrah. Rasanya mereka selalu ada.

Suatu kali, saya diantar pulang keluarga pasien lewat Taman Makam Pahlawan Kalibata. Saat mobil melintas persis di samping makam, aroma 'Demon' langsung terasa menyengat. Sepertinya mereka mendeteksi aura saya yang masih menyala selepas meruqyah.

Dan benar saja. Seketika itu juga, semua penumpang di mobil mengeluh pusing. Situasi di dalam mobil yang sempit bikin saya agak kerepotan. Akhirnya, saya pakai skill "Shadow Army" untuk membasmi setan-setan makam itu diam-diam. Tak lama, mereka pun bersendawa dan pusingnya hilang.

Namun begitu, rupanya ada yang mengikutiku sampai Stasiun Pasar Minggu. Pinggang saya tiba-tiba terasa seperti ditusuk-tusuk. Saya langsung menyalakan aura tubuh. Ternyata, ada beberapa jin jenis "Goblin" dari makam Kalibata yang mencoba masuk. Langsung saya tangkap mereka dengan tangan dan remas dalam kepalan hingga hancur. Seketika, rasa sakit itu punah.

Pengalaman lain yang tak kalah mencekam terjadi di Halte Jembatan Merah, Stasiun Bogor. Waktu itu menjelang Maghrib, saya terjebak hujan. Sambil menunggu Grabcar yang macet, saya duduk di halte yang bau. Asap rokok, bau pesing bekas kencing sembarangan semua menyengat. Hidung saya yang sudah sensitif seperti Tanjiro sejak "unlocked" skill aura, jadi sangat terganggu.

Di sudut halte, ada tumpukan sampah dan aliran air kotor menuju sungai di bawah jembatan. Karena capek dan kondisi yang tak nyaman, saya lupa berdzikir. Dan itu kesalahan besar.

Sesampai di rumah, kepala saya sakit luar biasa, seperti mau pecah. Bagian belakangnya terasa ditusuk pisau. Pikiran saya terus menerus dibayangi gambar sampah dan got kotor di halte tadi. Astaghfirullah, jangan-jangan ada yang ikut.

Saya langsung menyalakan aura dan mengeluarkan dua ekor "Shadow Army" bentuk Optimus Prime. Skill ini mirip dengan "Jessica Method" dalam psikologi, katanya. Saya perintahkan mereka menusuk bagian belakang kepala dan punggung saya. Ajaib, sakitnya hilang seketika, digantikan rasa hangat yang nyaman. Rasanya seperti diolesi minyak telon oleh ibu waktu kecil.

Jujur, kalau bukan saya yang mengalami sendiri, mungkin saya juga masih ragu dengan efektivitas skill ini. Tapi pada beberapa pasien, memang works.

Nah, karena seringnya kejadian serupa, akhirnya saya memutuskan untuk selalu memakai "armor aura" setiap keluar rumah, terutama jelang atau setelah Maghrib. Memang sih, jadi menarik perhatian jin-jin lingkungan seolah mengajak berantem. Tapi lebih baik waspada daripada kena serangan dadakan lagi.

Di sisi lain, ada tetangga saya, seorang Ustaz salafi yang juga ketua DKM. Beliau ini hunter level S, bisa melihat pancaran armor aura yang saya pakai.

"Ustad, kenapa antum selalu menyalakan aura ketika keluar rumah?"
"Nanti energi antum cepet habis loh, dan tubuh antum rusak."

Saya cuma bisa jawab, "Iya Ustaz, gpp. Daripada kena serangan dadakan lagi. Lagi banyak musuh soalnya." Saya cuma berharap tubuh masih kuat.

Rasanya memang unik, berjalan-jalan dalam keadaan 'siap tempur'. Jin-jin di lingkungan pun jadi terasa jelas auranya. Bahkan, sampai bisa merasakan jin yang sedang menyantap ari-ari (plasenta) yang ditanam tetangga depan rumah.

Lalu, ada satu momen yang paling membekas. Suatu kali, sepulang shalat Maghrib, saya coba nyalakan aura full power sepanjang perjalanan pulang. Jarak masjid ke rumah cuma sepuluh menit. Saya jalan santai, sambil melatih insting deteksi.

Beberapa aura jin di rumah-rumah kosong terasa jelas. Tapi tiba-tiba, suasana sekitar berubah total.

Saya refleks menengok ke kanan. Ada gerakan anomali di jarak dekat.

"Hah... Ya Allah, ini apa?"

Sebuah kastil kuno berdiri di sana.

Saya berhenti, lalu menengok sekali lagi. Seketika, pemandangan itu sudah berubah kembali menjadi rumah tetangga saya yang biasa. Hilang.

Apa yang barusan saya lihat? Apakah karena aura yang saya nyalakan terlalu besar, sehingga saya bisa 'sinkron' sebentar dengan dimensi mereka?

Wallahu a'lam. Misteri itu sampai sekarang belum terpecahkan. Dan saya pun belum bisa mengulangi pengalaman itu lagi.

Bersambung.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar