Kiper PSS Sleman Terjebak Banjir Aceh, Tim Beri Dukungan dari Jauh

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 13:06 WIB
Kiper PSS Sleman Terjebak Banjir Aceh, Tim Beri Dukungan dari Jauh

Bencana datang tanpa permisi. Banjir dan tanah longsor yang mengguyur sebagian Sumatera bukan hanya meninggalkan lumpur, tapi juga duka. Korban jiwa berjatuhan, sementara di tengah kisah pilu itu, ada juga cerita tentang para atlet yang ikut terdampak. Salah satunya adalah Muhammad Fahri, kiper andalan PSS Sleman.

Hingga detik ini, Fahri masih terkatung-katung di Aceh. Dia belum bisa kembali ke Sleman untuk bergabung dengan rekan-rekan setimnya. Kabar baiknya, menurut pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, kondisi Fahri dalam keadaan aman dan baik-baik saja.

“Motivasi terus kita berikan kepada Fahri,” ujar Ansyari.

“Situasi ini harus membuatnya lebih kuat, bagaimanapun juga harus dihadapi dan harus lebih sabar.”

Komunikasi dengan sang kiper tetap terjalin. Namun begitu, masalah utamanya ada di akses transportasi yang benar-benar lumpuh. Jalan-jalan terendam, membuat perjalanan ke bandara menjadi mustahil untuk sementara.

Ansyari melanjutkan, “Setelah menjalani komunikasi dengan Fahri, Ia terkendala akses jalan darat menuju bandara. Jadi dari rumah dia menuju Medan masih banjir hingga lumpuh total. Jadi jika jalan sudah memungkinkan dia bisa berangkat menuju bandara dan terbang menuju Sleman.”

Fahri, rupanya, bukan satu-satunya pesepak bola yang merasakan dampak keras bencana ini. Sebelumnya, Muammar Khadafi, pemain Persiraja Banda Aceh, sempat hilang kontak dengan keluarganya selama lima hari. Jaringan komunikasi di Aceh Timur putus total pasca banjir bandang menerjang.

Beruntung, pada Selasa lalu, Khadafi akhirnya bisa bertemu kembali dengan keluarga. Meski begitu, rumah mereka dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah.

Di sisi lain, skala bencana ini sungguh luas. Siklon Tropis Senyar memicu banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data per 5 Desember 2025 mencatat korban yang tewas mencapai 867 orang, dengan 521 lainnya masih dinyatakan hilang. Lebih dari satu juta jiwa terpaksa mengungsi, tersebar di puluhan kabupaten dan kota. Ada pula laporan yang menyebutkan setidaknya 12 perusahaan diduga ikut berkontribusi memicu bencana alam ini. Situasinya benar-benar kompleks.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar