Tapi babak kedua ceritanya lain sama sekali. Penampilan United berubah drastis. Mereka tampil lebih agresif, cepat, dan penuh semangat. Hasilnya langsung terlihat. Joshua Zirkzee akhirnya memecah kebuntuan setelah 24 laga tanpa gol di Premier League. Menerima umpan dari Fernandes di sudut sempit, Zirkzee melepaskan voli keras yang tak bisa dibendung Henderson.
Gol itu mengubah segalanya. Momentum sepenuhnya berpindah ke United. Mereka menemukan senjata ampuh lewat bola mati. Di menit ke-62, Bruno Fernandes menunjukkan kecerdikannya. Alih-alih menendang langsung, dia memberi umpan pendek ke Mason Mount. Mantan pemain Chelsea itu tanpa ampun melepaskan tendangan keras yang menembus pagar betis dan masuk ke sudut kanan bawah gawang. Skor berbalik jadi 2-1.
Sisa pertandingan dikuasai United dengan tenang. Pertahanan mereka rapat, tempo permainan dikendalikan, dan Palace kesulitan menciptakan pelayah berbahaya. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 bertahan.
Kemenangan ini jadi jawaban tepat setelah kekalahan memalukan dari Everton pekan lalu. Ini juga mengakhiri kutukan 27 laga tandang United ke London yang selalu gagal. Di sisi lain, Palace harus menelan pil pahit dengan dua kekalahan beruntun meski sempat unggul lebih dulu.
Dampaknya di klasemen cukup signifikan. United berhasil melompati Palace dan kini bercokol di peringkat enam. Harapan untuk bermain di kompetisi Eropa musim depan pun kembali terbuka.
Sementara bagi Palace, ini tamparan keras. Rekor 12 laga tak terkalahkan di kandang sendiri pupus sudah. Dua kekalahan beruntun juga menunjukkan betapa tim besutan Oliver Glasner ini masih belum konsisten.
Artikel Terkait
Malam Kelam West Ham, Liverpool Bungkam Tuan Rumah dengan Dua Gol dan Kartu Merah
Krisis Liverpool: Ultimatum Manajemen untuk Arne Slot Usai 12 Laga Cuma Tiga Menang
Juventus Terkapar: Vlahovic Absen Lama Akibat Cedera Tendon
Persib Hancurkan Madura United 4-1 dalam Drama Gol Beruntun