Atmosfer di Stadion Sultan Agung belakangan ini terasa lengang. Itulah yang mendorong Kapten PSIM Jogja, Reva Adi Utama, untuk mengajak para suporter memenuhi stadion kembali. Mereka akan menjamu Bhayangkara Presisi Lampung XI pada Sabtu (22/11) pukul 15.30 WIB, dalam lanjutan BRI Super League 2025/26.
“Kami sangat menginginkan dukungan kalian,” ujar Reva dengan nada harap dalam konferensi pers, Jumat (21/11). Sorak-sorai dari tribun, katanya, bukan sekadar euforia biasa. “Setiap sorakan itu memberi energi tambahan bagi para pemain. Semoga besok SSA bisa kembali ramai dan padat.”
Data dari Media Officer PSIM, Irza Triamanda, memang menunjukkan tren yang kurang menggembirakan. Laga kontra Dewa United di Rabu (22/10) kemarin hanya dihadiri 3.801 penonton. Angka serupa juga terlihat saat timnya menghadapi Persik Kediri pada Jumat (31/10) lalu, dengan 3.823 penonton.
Di sisi lain, pelatih Jean Paul van Gastel punya analisis sendiri soal sepi penonton ini. Menurutnya, jadwal pertandingan di hari kerja jadi biang keladinya. “Dua pertandingan terakhir dimainkan pada hari kerja. Orang-orang tentu bekerja, jadi saya bisa memahami jika mereka tidak bisa datang ke stadion,” ujarnya kepada awak media usai latihan di Stadion Mandala Krida, Kamis (13/11).
Namun begitu, Van Gastel optimis situasi akan berubah saat akhir pekan. “Pertandingan yang berlangsung di hari Sabtu seharusnya memberi kesempatan lebih banyak bagi suporter untuk hadir. Bermain di hadapan banyak fans selalu membuat atmosfer menjadi lebih baik,” tambahnya.
Reva juga mengungkapkan bahwa persiapan tim sudah berjalan intensif selama dua minggu terakhir. Semua aspek dikejar, mulai dari taktik, fisik, hingga kondisi mental pemain.
Lawan mereka kali ini, Bhayangkara Presisi Lampung XI, bukan lawan sembarangan. Van Gastel menyoroti bahwa sebagai sesama tim promosi, mereka punya performa yang impresif. “Mereka tim dengan organisasi dan disiplin permainan yang sangat baik. Itu membuat mereka stabil hingga sejauh ini,” katanya dalam konferensi pers Jumat (21/11).
Papan klasifikasi sementara pun mencerminkan ketatnya persaingan. Laskar Mataram bertengger di posisi kelima dengan 19 poin. Sedangkan Bhayangkara mengintip di bawahnya, hanya selisih satu angka.
Sabtu nanti, bukan hanya tiga poin yang dipertaruhkan. Tapi juga semangat kebersamaan antara pemain dan suporter yang selama ini jadi napas tim.
Artikel Terkait
PSSI Siapkan Kompetisi Baru yang Berjalan Paralel dengan Liga Mulai 2026
NAC Breda Ajukan Banding ke Pengadilan Soal Status Paspor Dean James
Simon Grayson Ungkap Alasan Bergabung dengan Timnas Indonesia
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Resmi Terbentuk