Di sebuah aula senam di Kiev, udara terasa menusuk tulang. Kamis lalu, sekelompok gadis tetap berlatih. Mereka mengenakan kaus kaki tebal dan jaket berlapis, mencoba mengusir dingin yang merayap masuk. Latihan kekuatan mereka lakukan di tengah situasi yang jauh dari ideal.
Menurut sejumlah pelatih di sana, suhu ruangan saat itu nyaris tidak sampai lima derajat Celsius. Bayangkan saja, berlatih senam dalam kondisi seperti itu. Kota itu memang sedang berjuang. Pemadaman listrik terjadi bergiliran, sistem pemanas ruangan pun tak berfungsi maksimal. Rasanya seperti berlatih di ruang pendingin.
Lantas, apa penyebab semua ini? Serangan bertubi-tubi. Rudal dan drone Rusia, dalam beberapa waktu terakhir, terus menghantam infrastruktur vital ibukota Ukraina itu. Jaringan listrik dan pemanas jadi target, membuat warga harus gigih bertahan di tengah dinginnya musim dingin. Latihan para gadis itu, di tengah segala keterbatasan, menjadi gambaran kecil dari keteguhan yang lebih besar.
Artikel Terkait
KPK Dalami Aliran Dana dan Perjalanan Ridwan Kamil Terkait Kasus BJB
Guru 2026: Masihkah Ada Ruang untuk Wibawa di Tengah Transaksi Pendidikan?
Kasus Hogi Minaya Resmi Ditutup, Penuntutan Dihentikan Demi Hukum
Jokowi Santai Menanggapi Nama yang Selalu Terseret Kasus Bawahan