Penduduk Okinawa di Jepang terkenal dengan umur panjangnya, bahkan banyak yang mencapai usia lebih dari seratus tahun. Rahasianya? Salah satunya adalah sebuah filosofi makan kuno bernama Hara Hachi Bu. Gaya hidup sederhana ini ternyata bisa kita adopsi untuk kesehatan yang lebih baik.
Secara harfiah, Hara Hachi Bu berarti "makan sampai perut delapan puluh persen kenyang." Intinya, kamu berhenti makan sebelum benar-benar kekenyangan. Konsep ini bukan hal baru; konon sudah dipraktikkan sejak Zaman Edo, sekitar tiga abad yang lalu.
Jangan salah sangka, ini bukan diet untuk kurus. Menurut sejumlah laporan, filosofi ini lebih menekankan pada kesadaran penuh atau mindfulness saat makan. Kita diajak untuk benar-benar menikmati dan menghargai setiap suapan, alih-alih sekadar menghabiskan piring.
Ahli diet Kouka Webb dari New York City membenarkan hal ini.
“Dengan memusatkan perhatian pada rasa, tekstur, dan aroma, orang bisa mendapatkan kepuasan lebih dari makanannya. Saya pribadi merasa Hara Hachi Bu membuat saya lebih sadar akan apa dan seberapa sering saya makan. Pengalaman makannya jadi jauh lebih menyenangkan,” ujarnya.
Lalu, Gimana Cara Menerapkannya?
Kabarnya, caranya jauh lebih simpel daripada kebanyakan program diet. Tidak perlu hitung kalori atau hapus makanan favorit. Berikut beberapa langkah praktisnya.
1. Cek Dulu, Lapar atau Cuma Lapar Mata?
Sebelum menyantap sesuatu, tanya diri sendiri: apakah ini benar-benar lapar fisik, atau sekadar kebiasaan dan bosan? Kalau memang lapar, makanlah. Tapi kalau cuma ingin mengunyah sesuatu, coba alihkan perhatian.
2>Singkirkan Gangguan
Makanlah dengan fokus. Jauhkan ponsel, matikan TV, dan tinggalkan laptop untuk sementara. Berikan seluruh perhatianmu pada makanan di depanmu.
3>Kunyah Pelan, Rasakan Betul
Jangan terburu-buru. Kunyah secara perlahan dan coba nikmati setiap detailnya rasanya gimana, aromanya, teksturnya seperti apa. Makan jadi pengalaman sensorik yang kaya, bukan sekadar rutinitas.
4>Berhenti Sebelum Terlambat
Ini kuncinya. Berhentilah makan saat kamu merasa sudah nyaman, tapi belum sampai begah. Tujuan makan kan untuk memuaskan rasa lapar dan merasa enak setelahnya, bukan sampai sesak napas atau sakit perut.
Manfaatnya Bukan Main-main
Selain bikin pikiran lebih tenang dan sadar, Hara Hachi Bu nyatanya memberi dampak positif bagi tubuh. Ini beberapa di antaranya.
1>Pencernaan Jadi Lebih Ringan
Makan berlebihan memaksa sistem pencernaan kerja keras. Dengan porsi 80% ini, beban itu berkurang.
Kouka Webb menambahkan, “Makan sampai 80% kenyang membuat orang merasa lebih nyaman dan mengurangi tekanan pada pencernaan. Cara ini dikaitkan dengan penurunan risiko asam lambung, kembung, dan masalah perut lain.”
2>Risiko Penyakit Kronis Menurun
Majalah Women’s Health menyebutkan, Hara Hachi Bu berkaitan dengan rendahnya risiko penyakit seperti kanker, stroke, dan jantung. Ini terlihat dari studi pada masyarakat Okinawa.
Studi tahun 2024 menunjukkan, penduduk Okinawa jarang terkena diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Memang butuh penelitian lebih mendalam, tapi pola makan mereka yang tidak berlebihan diduga kuat jadi salah satu faktornya.
3>Gula Darah Lebih Terkendali
Makan dalam porsi besar sering memicu lonjakan gula darah. Nah, dengan membatasi porsi seperti dalam Hara Hachi Bu, lonjakan itu bisa diredam. Kadar glukosa jadi lebih stabil, yang tentu baik untuk kesehatan jangka panjang.
Artikel Terkait
Dompet Dhuafa Luncurkan Kampanye Berzakat Itu Kalcer Sambut Ramadan 1447 H
Mister Aladin Tawarkan Cicilan Tanpa Bunga untuk Liburan hingga Akhir 2026
MNC University Luncurkan Video Klip AI Karya Mahasiswa Baru, Transformasi Kurikulum Dimulai
El Rumi dan Syifa Hadju Enggan Konfirmasi, Hanya Berujar Doain Saja Soal Isu Nikah Usai Lebaran