SMK Go Global: Peluang Kerja ke Luar Negeri untuk 500 Ribu Lulusan SMK

- Rabu, 12 November 2025 | 12:45 WIB
SMK Go Global: Peluang Kerja ke Luar Negeri untuk 500 Ribu Lulusan SMK
Program SMK Go Global: Siapkan Lulusan SMK Kerja di Luar Negeri

Program SMK Go Global: Peluang Kerja di Luar Negeri untuk Lulusan SMK

Pemerintah Indonesia, melalui Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, meluncurkan inisiatif strategis bernama SMK Go Global. Program ini dirancang khusus untuk membuka peluang kerja di luar negeri bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sederajat yang memiliki kompetensi memadai.

Tujuan dan Sasaran Program SMK Go Global

Program SMK Go Global bertujuan menyiapkan tenaga kerja terampil Indonesia untuk bersaing di pasar global. Lulusan SMK yang memiliki keahlian khusus akan diberikan beasiswa dan pelatihan tambahan untuk meningkatkan kompetensi sebelum diberangkatkan ke negara tujuan. Cak Imin menegaskan program ini akan mulai dilaksanakan secara signifikan pada tahun 2026, dengan negara tujuan seperti Jerman, Turki, dan Jepang.

Beberapa bidang keahlian yang menjadi fokus program ini antara lain welder (pekerja las), hospitality (perhotelan), dan caregiver (perawat). Tujuannya adalah agar peserta dapat bekerja dengan gaji yang layak dan kompetitif di luar negeri.

Target Penempatan dan Anggaran Awal

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar pada tahun 2025 sebagai modal awal program. Dana ini akan digunakan untuk mempersiapkan dan memberangkatkan calon pekerja.

Menteri Mukhtarudin menambahkan, pihaknya menargetkan sebanyak 500 ribu orang dapat diberangkatkan melalui program ini. Rinciannya, sekitar 300 ribu berasal dari lulusan SMK, sedangkan 200 ribu lainnya dari kalangan umum. Pemerintah telah melakukan pemetaan kompetensi dan profiling terhadap kebutuhan sektor industri di negara-negara penempatan.

Pelatihan Intensif untuk Calon Pekerja

Agar lulusan SMK siap bekerja di luar negeri, mereka akan menjalani serangkaian pelatihan intensif. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada penguatan keterampilan teknis, tetapi juga pada penguasaan bahasa asing sesuai negara tujuan, seperti bahasa Jepang, Korea, Inggris, Mandarin, dan Arab.

Saai ini, sekitar 4.600 orang telah menjalani pelatihan tersebut. Untuk tahun 2025, pemerintah menargetkan sekitar 300 ribu orang sudah dapat diberangkatkan. Hingga November 2025, realisasi penempatan pekerja migran telah mencapai 232 ribu orang, atau sekitar 90% dari target tahun 2025 yang sebesar 259 ribu orang.

Dengan persiapan yang matang, program SMK Go Global diharapkan dapat menjadi solusi dalam membuka lapangan kerja berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja terampil Indonesia di kancah internasional.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar