Polres Metro Tangerang Kota baru-baru ini menggelar tes urine mendadak. Sasaran tes ini adalah para personelnya sendiri. Hasilnya? Dari ratusan yang diperiksa, tak satu pun yang positif narkoba.
Acara itu dihadiri langsung oleh Kapolres, Kombes Raden Muhammad Jauhari. Tak cuma dia, seluruh jajaran ikut serta. Mulai dari para pejabat utama, kapolsek, hingga para pamen, pama, bintara, dan ASN. Semuanya antre untuk diperiksa.
Menurut Jauhari, langkah ini bukan tanpa alasan. Ini adalah tindak lanjut perintah langsung dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tujuannya jelas: pencegahan dan pengawasan internal. Mereka ingin menghindari pelanggaran disiplin, kode etik, apalagi tindak pidana khususnya yang terkait narkoba.
"Tes urine ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan seluruh personel Polres Metro Tangerang Kota bersih dari narkoba. Tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat penyalahgunaan narkotika,"
ujar Jauhari, Rabu (25/2/2026).
Ia melanjutkan, pengawasan harus dimulai dari dalam rumah sendiri. Bagaimana mungkin menegakkan hukum di masyarakat kalau di internal masih ada masalah?
"Kami ingin memberi contoh. Kalau kita menindak tegas peredaran narkoba di luar, maka ke dalam pun harus sama tegasnya. Ini bagian dari menjaga marwah institusi Polri,"
tambahnya.
Pelaksanaannya berjalan tertib. Pengawasan ketat diterapkan dari awal hingga akhir. Bagi banyak personel, momen ini jadi pengingat yang serius. Mereka diingatkan lagi soal integritas, profesionalisme, dan tentu saja, kepercayaan publik yang harus dijaga mati-matian.
Nah, ke depannya, Polres Metro Tangerang Kota bakal terus melakukan pengawasan semacam ini secara berkala. Ini adalah komitmen mereka menuju Polri yang Presisi dan yang paling penting, bebas dari jerat narkoba.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi Hari Ini, Hadapi Tuntutan 18 Tahun Penjara
Kemnaker dan BNSP Sediakan 15 Skema Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
DPD IKM Kabupaten Bekasi Laporkan Abu Janda ke Polres Metro Bekasi atas Dugaan Penghinaan Suku Minang
PSI: Kritik Hasto ke Jokowi Hanya Didasari Dendam Politik