Bantuan Kemensos untuk Korban Banjir dan Longsor di Nduga Papua Pegunungan
Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) telah menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Distrik Dal dan Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura untuk membantu meringankan beban korban.
Kronologi dan Dampak Bencana
Bencana tanah longsor dan banjir melanda dua distrik tersebut pada Sabtu, 1 November 2025 sekitar pukul 16.00 WIT. Peristiwa alam yang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan properti. Data sementara menunjukkan 23 orang meninggal dunia dengan rincian 15 korban di Distrik Dal dan 8 korban di Distrik Mebarok. Sebanyak 530 kepala keluarga terdampak bencana ini, terdiri dari 350 KK di Distrik Dal dan 180 KK di Distrik Mebarok.
Rincian Bantuan Logistik Darurat
Kemensos telah mendistribusikan berbagai bentuk bantuan logistik kepada korban bencana. Untuk Distrik Dal, bantuan telah disalurkan pada 9-10 November 2025 yang meliputi:
- 500 paket makanan siap saji
- 504 paket makanan anak
- 200 lembar tenda gulung
- 100 lembar selimut dan kasur
- 100 paket family kit
- 300 paket sandang dewasa
- 200 paket sandang bayi
Sedangkan untuk Distrik Mebarok, rencana distribusi bantuan dilakukan pada 11-14 November 2025 dengan menyesuaikan kondisi lapangan.
Bantuan Belanja Langsung di Lokasi
Selain bantuan logistik, Kemensos juga menyiapkan bantuan melalui mekanisme belanja langsung di lokasi bencana. Untuk Distrik Dal, bantuan terdiri dari:
- 500 kg beras
- 2.500 bungkus mie instan
- 500 botol minyak goreng 1 liter
- 50 kg gula
- 50 bungkus kopi bubuk
- 50 bungkus garam dapur
- 500 bungkus biskuit
Bantuan serupa dengan tambahan perlengkapan disiapkan untuk Distrik Mebarok, termasuk 100 pasang sandang dewasa, 100 stel pakaian anak, dan 30 lembar tenda gulung.
Tantangan Distribusi Bantuan
Proses pendistribusian bantuan menghadapi berbagai kendala signifikan. Akses menuju lokasi bencana termasuk kategori ekstrem dengan rute darat dari Distrik Mbua ke Distrik Dal membutuhkan waktu 3-4 jam berjalan kaki. Sementara perjalanan dari Distrik Kuyawage ke Distrik Mebarok dapat memakan waktu 2-3 hari berjalan kaki. Kendala lainnya meliputi cuaca yang tidak menentu serta keterbatasan jaringan telepon seluler dan internet di wilayah terdampak.
Proses Pencarian Korban
Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus dilakukan. Dari 15 korban meninggal di Distrik Dal, sembilan telah ditemukan dan sedang dalam proses identifikasi, sementara enam lainnya masih dalam pencarian. Di Distrik Mebarok, dari delapan korban jiwa, baru satu korban yang berhasil ditemukan pada hari kejadian dan tujuh korban lainnya masih tertimbun material longsor. Asesmen dan pendataan korban terdampak terus dilakukan dan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
Artikel Terkait
Asuransi Astra Gelar Kompetisi Literasi Keuangan untuk Mahasiswa, Siapkan Hadiah Rp70 Juta
TNI Bantah Kabar Penggusuran SD di Ende untuk Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
Venus dan Jupiter Tampak Saling Berdekatan Malam Ini, Fenomena Konjungsi Langka Terjadi
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari Sembilan Dubes di Istana