Pakar keuangan Maman menegaskan bahwa pemberian modal usaha untuk UMKM tanpa disertai program literasi keuangan yang memadai justru dapat menimbulkan risiko signifikan. Masalah utama yang sering dihadapi adalah masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu mengelola keuangan secara profesional untuk pengembangan bisnis berkelanjutan.
Menurut Maman, strategi pembiayaan yang hanya berfokus pada penyaluran dana tanpa pendampingan dan pelatihan edukatif dinilai kurang bijaksana. "Pemberian pinjaman langsung tanpa program pendampingan dari institusi perbankan merupakan praktik yang berisiko tinggi," ujarnya dalam acara Jejak Pradana.
Persoalan mendasar lainnya adalah ketidakmampuan memisahkan keuangan operasional bisnis dengan kebutuhan pribadi. Kondisi ini menjadi penghambat utama pertumbuhan usaha mikro kecil menengah di Indonesia.
Maman menekankan pentingnya alokasi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara tepat sasaran. Dana tersebut seharusnya dialokasikan secara eksklusif untuk pengembangan usaha, bukan untuk keperluan konsumtif atau campur aduk dengan kebutuhan pribadi.
Artikel Terkait
Pakar Gizi IPB Ingatkan Bahaya Minum Kopi dan Teh Saat Sahur dan Buka Puasa
Truk Terguling di Tol Sedyatmo Sebabkan Macet Panjang Menuju Bandara Soekarno-Hatta
Menteri Fadli Zon Dukung Pelatihan 1.000 Penari untuk Program Genjring Party GEMA SADHANA
Fadli Zon Dorong Warisan Budaya Jadi Penggerak Ekonomi, Bahas Borobudur hingga Venesia