Pakar keuangan Maman menegaskan bahwa pemberian modal usaha untuk UMKM tanpa disertai program literasi keuangan yang memadai justru dapat menimbulkan risiko signifikan. Masalah utama yang sering dihadapi adalah masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu mengelola keuangan secara profesional untuk pengembangan bisnis berkelanjutan.
Menurut Maman, strategi pembiayaan yang hanya berfokus pada penyaluran dana tanpa pendampingan dan pelatihan edukatif dinilai kurang bijaksana. "Pemberian pinjaman langsung tanpa program pendampingan dari institusi perbankan merupakan praktik yang berisiko tinggi," ujarnya dalam acara Jejak Pradana.
Persoalan mendasar lainnya adalah ketidakmampuan memisahkan keuangan operasional bisnis dengan kebutuhan pribadi. Kondisi ini menjadi penghambat utama pertumbuhan usaha mikro kecil menengah di Indonesia.
Maman menekankan pentingnya alokasi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara tepat sasaran. Dana tersebut seharusnya dialokasikan secara eksklusif untuk pengembangan usaha, bukan untuk keperluan konsumtif atau campur aduk dengan kebutuhan pribadi.
Artikel Terkait
Manchester City Hancurkan Chelsea 3-0, Perburuan Gelar Premier League Makin Sengit
Chelsea Hadapi Manchester City di Stamford Bridge, Tekanan Besar untuk Perburuan Poin
Manchester City Hancurkan Chelsea 3-0 di Stamford Bridge
Bayi Nyaris Dibawa Orang Tak Dikenal di RSHS Bandung, Ibu Soroti Gelang Identitas yang Digunting