Kak Seto Ungkap Gejala Awal Stroke Ringan yang Sering Diabaikan

- Senin, 03 November 2025 | 20:50 WIB
Kak Seto Ungkap Gejala Awal Stroke Ringan yang Sering Diabaikan

Detik-detik Sebelum Stroke Ringan: Kak Seto Ungkap Gejala Awal yang Diabaikan

Psikolog anak ternama Indonesia, Kak Seto, baru-baru ini membagikan pengalaman pribadinya menghadapi stroke ringan. Dalam tayangan Rumpi Trans TV, pria bernama lengkap Seto Mulyadi ini mengungkap gejala awal stroke yang sempat ia abaikan sebelum kondisinya memburuk.

Gejala Stroke Ringan yang Dialami Kak Seto

Kak Seto mengaku mengalami gejala stroke ringan di pagi hari sebelum beraktivitas. Ia merasakan pusing hebat disertai perasaan linglung yang tidak biasa. Yang paling mengkhawatirkan, ia mengalami kesulitan berbicara dengan jelas dan kehilangan fokus.

"Seperti kehilangan ingatan, berbicara juga patah-patah, kadang ngelantur, bingung sadar atau enggak. Mau menyusun kata itu susah sekali," tutur Kak Seto mengenai pengalamannya menghadapi gejala stroke.

Penolakan Awal dan Tindakan Keluarga

Meski istri dan anak-anaknya langsung meminta agar ia dibawa ke rumah sakit, Kak Seto sempat menolak karena sifatnya yang keras kepala. "Aduh, enggak deh saya. Tapi akhirnya dilaporkan ke saudara kembar saya, dan akhirnya saya dibawa ke dokter. Ternyata itu sudah bahaya," kenangnya.

Diagnosis dan Gangguan Kesehatan Tambahan

Setelah pemeriksaan di UGD, dokter mendiagnosa Kak Seto mengalami stroke ringan. Hasil pemeriksaan lebih lanjut juga mengungkap adanya gangguan irama jantung. "Iya, kadang teratur, kadang deg-deg-deg gitu," ungkapnya mengenai kondisi jantungnya.

Perubahan Gaya Hidup Pasca Stroke Ringan

Kak Seto kini harus melakukan penyesuaian dalam gaya hidupnya untuk menjaga kesehatan. Ia mengurangi intensitas olahraga kompetitif dan membatasi konsumsi kopi. "Kopi juga dikurangin, yang biasanya sehari empat sampai lima gelas, sekarang cukup segelas saja," paparnya.

Pesan Penting untuk Keseimbangan Hidup

Pengalaman menghadapi stroke ringan memberikan pelajaran berharga bagi Kak Seto. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara semangat bekerja dan menjaga kesehatan. "Saya belajar, tubuh juga punya hak untuk istirahat. Jangan sampai semangat membuat kita lupa pada diri sendiri," pesannya.

Kondisi Kak Seto saat ini sudah berangsur membaik, meski ia harus tetap membatasi kegiatan fisik berat dan menjaga pola hidup sehat untuk mencegah kekambuhan stroke di masa depan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar