Arena Selatan 2025: Bamsoet Dukung Tinju Pelajar untuk Cegah Kekerasan Sekolah

- Senin, 10 November 2025 | 14:35 WIB
Arena Selatan 2025: Bamsoet Dukung Tinju Pelajar untuk Cegah Kekerasan Sekolah
Arena Selatan 2025: Event Tinju Pelajar untuk Bentuk Karakter dan Lawan Kekerasan

Arena Selatan 2025: Wadah Tinju Pelajar untuk Bentuk Karakter dan Lawan Kekerasan Sekolah

Jakarta - Figur publik Bambang Soesatyo memberikan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan Arena Selatan, sebuah event tinju khusus pelajar. Inisiatif ini dihadirkan sebagai sarana untuk membangun karakter positif, menumbuhkan jiwa sportivitas, serta menjadi solusi dalam memerangi budaya kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.

Jadwal dan Peserta Arena Selatan 2025

Gelaran Arena Selatan rencananya akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Acara puncak ditetapkan pada hari Sabtu, 15 November 2025, dan akan bertempat di GOR Bulungan, Jakarta. Sebanyak 46 pelajar tingkat SMA dari berbagai sekolah di Jakarta akan unjuk kebolehan di atas ring. Mereka juga akan ditemani oleh enam peserta tamu yang terdiri dari alumni dan influencer. Menariknya, petinju profesional nasional sekaligus anggota DPD RI, Daud Yordan, akan hadir untuk berperan sebagai mentor dan ikon inspiratif bagi para peserta muda.

Pernyataan Bambang Soesatyo Soal Pentingnya Arena Selatan

Bambang Soesatyo, yang kerap disapa Bamsoet, menegaskan bahwa Arena Selatan membawa angin segar bagi dunia olahraga pelajar Indonesia. Menurutnya, melalui ajang ini, generasi Z diajarkan untuk memahami arti menghormati lawan, mengendalikan emosi, dan menyelesaikan perbedaan pendapat dengan cara yang terhormat dan beradab.

"Esensi dari Arena Selatan bukanlah sekadar mengejar kemenangan atau kekalahan. Lebih dari itu, ini adalah tentang proses menumbuhkan karakter yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab," jelas Bamsoet dalam sebuah keterangan resminya.

Menjawab Tantangan Kekerasan di Kalangan Remaja

Bamsoet menilai konsep Arena Selatan sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini, di mana konflik kecil sering kali bereskalasi menjadi tindak kekerasan dan perundungan. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap data yang mencatat masih tingginya angka kekerasan yang melibatkan pelajar di Indonesia sepanjang tahun 2024.

"Data ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Kita memerlukan wadah-wadah positif yang dapat menyalurkan energi dan emosi pelajar ke arah yang konstruktif. Arena Selatan membuktikan bahwa sebuah konflik atau persaingan dapat diselesaikan tanpa kebencian dan kekerasan, tetapi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play dan sportivitas," tegasnya.

Format dan Tujuan Jangka Panjang Arena Selatan

Diselenggarakan dengan format yang profesional, pertandingan dalam Arena Selatan dibagi menjadi tiga kategori utama: general, alumni, dan championship. Seluruh proses pertandingan akan dipandu oleh pelatih dan wasit yang telah memiliki sertifikat kompeten.

Bamsoet, yang juga menjabat dalam beberapa organisasi, menekankan bahwa membangun generasi tangguh harus dimulai dengan mengajarkan cara mengelola emosi dan menyalurkannya secara terhormat.

"Keberanian sejati seorang petinju, dan juga setiap individu, tidak diukur dari seberapa keras ia bisa memukul. Keberanian yang sesungguhnya terletak pada kemampuan untuk mengendalikan diri, menghormati proses, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap kondisi," pungkas Bamsoet menutup pernyataannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar