Ledakan SMAN 72: Mensos Gus Ipul Apresiasi Penanganan Polri dan RS Cempaka Putih

- Minggu, 09 November 2025 | 16:50 WIB
Ledakan SMAN 72: Mensos Gus Ipul Apresiasi Penanganan Polri dan RS Cempaka Putih

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi kepada kepolisian atas penanganan insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta. Gus Ipul menegaskan bahwa polisi tidak hanya melakukan penegakan hukum tetapi juga memberikan layanan optimal kepada para korban ledakan.

"Saya juga terima kasih kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri yang telah melakukan langkah-langkah nyata. Baik dalam rangka penegakan hukumnya, maupun dalam rangka memberikan layanan kepada teman-teman kita yang jadi korban," ujar Gus Ipul di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (9/11/2025).

Menurut Mensos, peran polisi dalam pendampingan korban sangat signifikan. Kepolisian terlibat aktif dalam pemulihan lokasi kejadian dengan mengirimkan tim medis dan psikolog untuk memberikan pendampingan kepada korban ledakan SMAN 72.

"Mulai mengirim dokter, mengirim psikolog, melakukan pendampingan-pendampingan, yang itu semua tentu sangat membantu. Saya apresiasi Pak Kapolri dan seluruh jajaran, termasuk segera merehabilitasi masjid yang ada di SMA 72," jelasnya.

Gus Ipul juga menyoroti kualitas pelayanan rumah sakit yang menangani korban ledakan. Menurutnya, RS Islam Cempaka Putih menunjukkan profesionalisme tinggi dalam penanganan medis para korban.

"Saya ingin sampaikan bahwa pelayanan di rumah sakit ini sangat bagus. Ditangani secara profesional, dokter-dokternya juga telah berbagi tugas dengan baik. Untuk itu saya apresiasi pelayanan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih ini," kata dia.

Insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading terjadi pada Jumat (7/11) saat pelaksanaan khutbah salat Jumat. Data terakhir menunjukkan 96 orang menjadi korban dalam kejadian ini, dengan 29 orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar