Politik Hukum Prabowo: Menyeimbangkan Efisiensi, Antikorupsi, dan Demokrasi
Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menilai arah politik hukum Presiden Prabowo sudah tepat karena berhasil menyeimbangkan tiga aspek penting: efisiensi anggaran, pemberantasan korupsi, dan penguatan demokrasi. Ia mengingatkan agar kebijakan berani pemerintah dijalankan secara akuntabel untuk mencegah hukum disalahgunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan.
Langkah Berani Pemerintah Prabowo dalam Reformasi Tata Kelola
Pemerintah Prabowo telah mengambil sejumlah langkah strategis, termasuk restrukturisasi BUMN, pemangkasan belanja negara sebesar Rp306,7 triliun, serta penindakan tegas terhadap korupsi dan pengusaha nakal. Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan besar dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Namun, Bamsoet menekankan pentingnya pengawasan kuat untuk mencegah upaya tersebut menjadi alat pembenaran penyalahgunaan wewenang.
Pemangkasan Belanja Negara dan Dampaknya pada Layanan Publik
Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah melalui pengurangan belanja operasional kementerian/lembaga sekitar delapan persen diharapkan dapat memperkuat program bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur. Bamsoet menegaskan bahwa efisiensi anggaran harus tetap menjamin peningkatan kualitas layanan publik bagi masyarakat.
Artikel Terkait
BPJS Ketenagakerjaan: Dana JHT Bisa Dicairkan Sebelum Pensiun dalam Kondisi Tertentu
Ombudsman Beri Tujuh Rekomendasi Perbaikan Layanan Arus Balik di Pelabuhan Tanjung Kalian
Vonis Kasus Nurhadi Dijadwalkan 1 April 2026
Prabowo dan Anwar Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis Indonesia-Malaysia