Trump juga secara spesifik menyebutkan peringkat kekuatan nuklir global. "Rusia berada di posisi kedua, dan China di posisi ketiga, tetapi akan sama dalam waktu 5 tahun," sebutnya lebih lanjut.
Instruksi Langsung untuk Memulai Proses Uji Coba
Merespons aktivitas negara lain, Trump memberikan instruksi yang jelas. "Karena negara-negara lain sedang menguji program, saya telah menginstruksikan Departemen Perang (nama baru Departemen Pertahanan) untuk memulai uji coba senjata nuklir kita secara setara," ujarnya. Trump menegaskan bahwa "Proses itu akan segera dimulai."
Pengumuman kebijakan pertahanan yang sensitif ini menambah ketegangan politik, karena disampaikan kurang dari satu jam sebelum pertemuannya dengan Xi Jinping. Pertemuan tersebut sendiri diagendakan untuk membahas gencatan senjata dalam perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Artikel Terkait
Filipina Izinkan Sementara Bahan Bakar Euro-II untuk Jaga Stok di Tengah Krisis
MAKI Pertanyakan Perbedaan Perlakuan KPK pada Penahanan Yaqut dan Lukas Enembe
Dua Prajurit Marinir Gugur Disergap Kelompok Bersenjata di Maybrat
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dari Puncak ke Jakarta, Arus Naik Padat