Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam dugaan kasus pemerasan. Dalam operasi senyap itu, penyidik mengamankan barang bukti berupa emas batangan dan mata uang asing yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
"Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai baik rupiah maupun valas, ada dolar Australia kemudian juga ada dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2026).
Etik Suryani kini telah berada di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sementara itu, sejumlah pihak lain yang turut diamankan masih diperiksa di Polresta Surakarta.
"Para pihak saat ini yang sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK langsung dilakukan pemeriksaan secara intensif begitu pula beberapa lainnya juga masih menjalani pemeriksaan di Polresta Surakarta," ujar Budi.
Seluruh pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) ini masih berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
Artikel Terkait
KPK Periksa Rektor dan Dua Wakil Rektor Unsoed dalam OTT Penerimaan Mahasiswa Baru
KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan 5 Orang Lain sebagai Tersangka Pemerasan dan Gratifikasi Penerimaan Mahasiswa
KPK Pastikan Mahasiswa Unsoed yang Lolos Jalur Mandiri Tetap Bisa Kuliah
KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan Lima Orang Lain sebagai Tersangka OTT