Jaksa Jerman: Ledakan Pipa Gas Nord Stream Didalangi Ukraina

- Jumat, 03 Juli 2026 | 12:45 WIB
Jaksa Jerman: Ledakan Pipa Gas Nord Stream Didalangi Ukraina

Pihak berwenang Ukraina diduga berada di balik sabotase pipa gas Nord Stream yang menghubungkan Rusia dengan Eropa pada 2022. Hal itu diungkap jaksa penuntut Jerman dalam pernyataan yang dirilis Kamis (2/7).

Dalam dakwaan terhadap tersangka Serhii K., jaksa menyebut bahwa ia dan enam komplotannya bertindak atas perintah otoritas Ukraina. Serhii, yang kini berusia 50 tahun, disebut sebagai perwira militer Ukraina saat operasi berlangsung, sementara rekan-rekannya juga personel militer.

Rencana itu bertujuan menghancurkan pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2 untuk menghentikan pasokan gas secara permanen dan mencegah Rusia menggunakan pendapatan dari perdagangan gas alam membiayai perangnya.

Jerman merupakan salah satu pendukung militer terbesar Ukraina dalam pertempuran melawan invasi Rusia. Hal ini membuat insiden tersebut berpotensi memicu situasi diplomatik yang canggung.

Kronologi operasi sabotase Nord Stream

Menurut jaksa, Serhii dan timnya melakukan perjalanan dari Ukraina ke Jerman menggunakan paspor Ukraina palsu. Mereka kemudian menyewa yacht bernama Andromeda dari sebuah perusahaan Jerman di Rostock, bagian utara Jerman.

Penyidik menemukan jejak bahan peledak militer HMX dan RDX di atas kapal tersebut. Bahan peledak dipasang dengan pengatur waktu pada pipa bawah laut di dekat pulau Bornholm, Denmark, pada 22 September 2022.

Empat hari kemudian, pada 26 September, bahan peledak itu meledak dan menyebabkan kerusakan parah meskipun pipa-pipa tersebut sedang tidak beroperasi. Sebelum insiden, sekitar separuh pasokan gas alam tahunan Jerman diangkut melalui Nord Stream 1.

Tersangka kasus Nord Stream bantah dakwaan

Pada Rabu (1/7), media Jerman melaporkan bahwa Serhii didakwa sebagai kaki tangan dalam kejahatan perang, mengganggu layanan publik, menyebabkan ledakan, dan merusak infrastruktur. Dakwaan ini menyusul ekstradisinya ke Jerman dari Italia, tempat ia ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan Jerman pada Agustus 2025.

Serhii membantah keterlibatannya. Pengacaranya mengatakan kepada Reuters bahwa ia yakin kliennya akan dibebaskan dari tuduhan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags