Kanselir Merz Dihujani Kritik Usai Unggah Dukungan untuk Timnas yang Kalah

- Jumat, 03 Juli 2026 | 11:15 WIB
Kanselir Merz Dihujani Kritik Usai Unggah Dukungan untuk Timnas yang Kalah

Kekalahan Jerman dari Paraguay melalui adu penalti pada Selasa (1/7) tidak hanya membuat tim nasional tersingkir dari Piala Dunia, tetapi juga memicu kontroversi politik. Unggahan dukungan Kanselir Friedrich Merz di media sosial justru menuai kritik tajam karena dianggap tidak sesuai dengan realitas pertandingan.

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Jerman harus mengakui keunggulan Paraguay setelah adu penalti. Penampilan tim Jerman sepanjang laga disebut mengecewakan oleh para penggemar. Komentar di media sosial menggambarkan timnas sebagai "tak berdaya, membuat frustrasi, kelas dua".

Tidak lama setelah pertandingan usai, akun resmi Kanselir Merz mengunggah pesan dukungan. "Walaupun tersingkir memang menyakitkan, kalian bertanding dengan luar biasa! Dedikasi dan semangat kebersamaan yang kalian tunjukkan di Piala Dunia ini telah menginspirasi negara kita. Kami bangga pada kalian," tulis Merz di X.

Unggahan itu justru memicu gelombang kritik. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan apakah Merz benar-benar menyaksikan pertandingan yang sama dengan jutaan warga Jerman lainnya.

Kirill Dmitriev, orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, ikut mengomentari unggahan tersebut. "Merz pandai terus-menerus merayakan kegagalan," tulisnya di X.

Anggota Parlemen Eropa Marie-Agnes Strack-Zimmermann juga menyindir. Ia mengatakan tidak tahu mana yang lebih buruk: penampilan tim Jerman atau reaksi sang kanselir.

Kantor Kanselir Sebut Terjadi Kesalahan Koordinasi

Menanggapi kritik, Kantor Kanselir Jerman menyebut unggahan itu muncul akibat "kesalahan koordinasi". Mereka mengakui hal tersebut "sangat mengganggu".

Sejumlah media di Berlin melaporkan, beberapa draf unggahan telah disiapkan sebelum pertandingan usai. Draf-draf itu memuat respons atas berbagai kemungkinan hasil. Namun, seorang staf media sosial dilaporkan keliru menekan tombol, sehingga unggahan yang tidak semestinya terbit justru dipublikasikan.

Surat kabar Bild bahkan mendedikasikan hampir satu halaman penuh untuk insiden itu. Tajuknya menyamakan unggahan Merz sebagai "gol bunuh diri" setelah Jerman tersingkir dari Piala Dunia.

Pada Rabu (2/7), Wakil Juru Bicara Pemerintah Sebastian Hille mengatakan Merz menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung. "Tentu saja kanselir kecewa dengan tersingkirnya tim nasional Jerman dari Piala Dunia, sama seperti jutaan penggemar sepak bola lainnya di Jerman," ujarnya.

Merz kemudian mengunggah pernyataan kedua. "Kita merayakan keberhasilan bersama. Saat kalah, kita tetap berdiri bersama. Itulah yang membuat kita kuat. Siapa pun yang mengenakan lambang elang nasional di dadanya layak mendapat dukungan kita, bukan ejekan," tulisnya.

Para pengamat politik kerap menilai, keberhasilan timnas Jerman dapat menciptakan sentimen positif yang turut menguntungkan pemerintah yang sedang berkuasa. Kontroversi unggahan ini terjadi di tengah merosotnya kepuasan publik terhadap pemerintahan Merz.

Menurut survei ARD-Deutschlandtrend yang dilakukan pada awal Juni, sebanyak 87 persen responden tidak puas terhadap kinerja pemerintah. Angka itu menjadi rekor tertinggi tingkat ketidakpuasan terhadap pemerintah. Beberapa faktor penyebabnya antara lain ekonomi yang belum pulih, infrastruktur yang menua, hingga keraguan publik terhadap rencana reformasi sistem pensiun dan layanan kesehatan.

Di tengah situasi tersebut, buruknya penampilan tim nasional Jerman di Piala Dunia dinilai semakin memperkuat sentimen negatif di dalam negeri.

Panggilan Video Merz dan Timnas Diolok-olok di Medsos

Sebelum turnamen dimulai, Merz juga sempat melakukan panggilan video dengan skuad Jerman yang berada di Amerika Serikat. Momen itu dinilai kaku dan menuai olok-olok di media sosial. "Satu Jerman mendukung kalian! Semua orang di sini ikut tegang menanti pertandingan," kata Merz saat itu. Padahal, antusiasme masyarakat terhadap timnas saat itu tidak sebesar penggambaran Merz.

Insiden unggahan di X pun semakin memperkuat anggapan bahwa sang kanselir bukan penggemar sepak bola yang memahami situasi tim secara dekat. Di sisi lain, sejumlah pihak menilai masih banyak hal yang jauh lebih penting untuk dipersoalkan dari seorang kanselir. Ketertarikannya terhadap sepak bola bukanlah isu paling krusial.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags