Ledakan di Monako Targetkan Taipan Ukraina, Diselidiki sebagai Percobaan Pembunuhan

- Jumat, 03 Juli 2026 | 12:15 WIB
Ledakan di Monako Targetkan Taipan Ukraina, Diselidiki sebagai Percobaan Pembunuhan

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang sebuah gedung apartemen di Monako pada malam 29 Juni, melukai tiga orang termasuk pengusaha kaya asal Ukraina, Vadym Yermolaiev. Otoritas setempat menangani insiden ini sebagai percobaan pembunuhan.

Menurut penyelidikan awal, seorang pria tak dikenal meninggalkan ransel berisi bahan peledak dan pecahan logam di lobi bangunan. Ledakan itu melukai seorang pria dan seorang perempuan berusia 50–60 tahun, serta seorang anak laki-laki berusia 13 tahun. Media Nice-Matin melaporkan bahwa korban perempuan kehilangan kedua kakinya. Yermolaiev menderita luka bakar dan luka akibat serpihan logam. Istrinya mengaku selamat karena berada di tempat lain saat kejadian.

Jaksa Agung Monako, Stephane Thibault, menyatakan pada 1 Juli bahwa penyelidik menangani kasus ini sebagai percobaan pembunuhan. Pencarian terhadap tersangka masih berlangsung. Media Prancis Le Figaro melaporkan bahwa petunjuk mengarah pada kemungkinan keterlibatan Dinas Keamanan Ukraina (SBU), namun belum ada konfirmasi resmi.

Siapa Vadym Yermolaiev?

Yermolaiev adalah pendiri grup perdagangan dan manufaktur Alef, serta salah satu pengembang properti terbesar di kota Dnipro, Ukraina. Kekayaannya terutama berasal dari investasi properti komersial dan residensial, serta bisnis lain seperti manufaktur bahan bangunan, pertanian, teknologi pengelasan, pertambangan, dan logistik. Pada 2020, Forbes menempatkannya sebagai pengusaha terkaya ke-23 di Ukraina, dengan kekayaan bersih diperkirakan lebih dari 200 juta dolar AS sebelum invasi Rusia.

Yermolaiev menukar kewarganegaraan Ukraina dengan paspor Siprus pada 2017, dengan alasan ketidakpuasan terhadap sistem peradilan dan perpajakan di Ukraina. Pada 23 Desember 2023, Presiden Volodymyr Zelenskyy menjatuhkan sanksi personal terhadapnya selama 10 tahun, termasuk pembekuan aset dan pembatasan transaksi keuangan. SBU menyatakan bahwa aktivitas bisnis Yermolaiev di Krimea yang diduduki Rusia menjadi alasan sanksi tersebut. Perusahaannya diduga tetap beroperasi setelah pendudukan Rusia pada 2014, mendaftarkan ulang sesuai hukum Rusia, dan membayar pajak jutaan dolar kepada Rusia, yang berkontribusi secara finansial terhadap perang. Salah satu perusahaan yang dikenai sanksi adalah Alef-Vinal-Crimea, produsen minuman beralkohol. Yermolaiev membantah tuduhan tersebut.

Skandal yang Melibatkan Keluarga

Pada Agustus 2022, media Ukraina Ukrainska Pravda mengungkap "Batalion Monako", jaringan pengusaha, politikus, dan oligarki Ukraina yang menetap di Riviera Prancis selama perang. Yermolaiev termasuk dalam laporan tersebut. Pada Agustus 2024, Hromadske melaporkan bahwa perusahaan terkait Yermolaiev terpilih sebagai pemasok granit untuk pembangunan Pemakaman Memorial Militer Nasional Ukraina, namun perusahaan membantah. Hromadske juga melaporkan bahwa Yermolaiev mengalihkan kendali perusahaan kepada putrinya, Sofia Kononenko, untuk menghindari sanksi.

Pada Desember 2025, putra Yermolaiev, Artur, ditangkap di Siprus dan diekstradisi ke Estonia. Ia mengaku bersalah terkait jaringan penipuan investasi online Milton Group, membayar kompensasi 8,5 juta euro, dan dihukum percobaan lima tahun.

Motif Serangan

Media Prancis dan Ukraina melaporkan bahwa Yermolaiev adalah target utama serangan, namun otoritas Monako belum mengonfirmasi. Motif yang dibahas mencakup hubungan dengan mantan rekan bisnis di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, keterkaitan dengan kejahatan terorganisasi Rusia, atau kasus pidana putranya. Tak satu pun teori ini telah dikonfirmasi. Insiden ini bukan yang pertama di Eropa yang melibatkan tokoh Ukraina; pada Mei 2025, mantan politikus Andrii Portnov ditembak mati di Spanyol.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags