Cak Imin Dukung Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Jadi Agenda Tahunan Jakarta

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 00:45 WIB
Cak Imin Dukung Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Jadi Agenda Tahunan Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026 oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menilai inisiatif tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pilar budaya dan tradisi spiritual di ibu kota.

“Pertama, sungguh kita semua bersyukur, gagasan pertama kali Pak Gubernur menyelenggarakan Haul Akbar,” ujar Cak Imin saat memberikan sambutan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa rekam jejak perjuangan para ulama dan habaib Betawi telah terbukti membentuk mental serta akhlak masyarakat, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka.

Oleh karena itu, Cak Imin mendorong agar kolaborasi antara ulama dan pemerintah di Jakarta ini dipatenkan menjadi agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan semacam ini kelak dapat menjadi standar penataan kota yang wajib diteruskan oleh setiap pemimpin daerah.

“Akan kita terus laksanakan haul setiap tahun, setuju ya? Kita haul terus bersama Gubernur, sampai kira-kira gubernur yang akan datang malu kalau tidak melaksanakan haul seperti ini,” kata Cak Imin dengan nada bersemangat.

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa itu juga menyoroti rekam jejak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang dinilai menjadi jaminan kesuksesan transisi Jakarta menuju kota global. Ia meyakini, melalui pemeliharaan tradisi leluhur seperti haul ini, akselerasi pembangunan ibu kota akan senantiasa diliputi keberkahan.

“Ide ini sangat luar biasa. Insyaallah dengan ide ini, Pak Gubernur semakin berkah dan sukses memimpin kita semua,” pungkas Cak Imin.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar