Brantas Abipraya Garap Proyek BRT Metropolitan Bandung, Target Kurangi Kemacetan dan Emisi

- Rabu, 17 Juni 2026 | 21:45 WIB
Brantas Abipraya Garap Proyek BRT Metropolitan Bandung, Target Kurangi Kemacetan dan Emisi

PT Brantas Abipraya, perusahaan konstruksi milik negara, memperkuat perannya dalam pembangunan infrastruktur transportasi berkelanjutan melalui proyek Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung. Sebagai kontraktor pelaksana, perusahaan pelat merah ini menggarap pengembangan sistem transportasi publik modern yang dirancang untuk memberikan layanan aman, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Bandung Raya.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyatakan bahwa proyek tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus mendorong mobilitas masyarakat yang lebih efisien. “Brantas Abipraya mendukung penuh pengembangan transportasi massal yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kehadiran BRT Metropolitan Cekungan Bandung diharapkan menjadi solusi mobilitas masyarakat sekaligus berkontribusi mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan di kawasan perkotaan,” ujar Dian dalam keterangan tertulis pada Rabu, 17 Juni 2026.

Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan proyek, Brantas Abipraya bersama para pemangku kepentingan menggelar sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Cibeunying Kidul pada Minggu, 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman terkait rencana pekerjaan, skema manajemen lalu lintas selama masa konstruksi, serta manfaat jangka panjang setelah layanan BRT mulai beroperasi. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mendukung kelancaran pembangunan sekaligus meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga.

Proyek BRT Metropolitan Cekungan Bandung mencakup pembangunan jalur on corridor, halte, perkerasan jalan, serta revitalisasi trotoar. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna transportasi publik maupun pejalan kaki. Selama proses konstruksi, Brantas Abipraya menerapkan manajemen lalu lintas secara bertahap guna mengurangi dampak terhadap mobilitas masyarakat dan pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan juga mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui pemasangan rambu proyek, pengaturan zona kerja, jalur pedestrian sementara, serta perangkat pengamanan lain sesuai standar yang berlaku. Dian menegaskan bahwa perusahaan membuka ruang komunikasi aktif melalui mekanisme layanan pengaduan untuk menampung masukan, saran, maupun laporan masyarakat selama proyek berlangsung. “Kami berkomitmen menjalankan pekerjaan dengan memperhatikan keselamatan, kualitas, dan kenyamanan masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Bandung Raya,” kata Dian.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Kelurahan Cicadas, Suherman, berharap kehadiran BRT tidak hanya membantu mengurai kemacetan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Menurut dia, akses transportasi yang lebih baik berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. BRT Metropolitan Cekungan Bandung menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih modern dan terintegrasi. Melalui layanan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh akses transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan andal, sekaligus mendukung terciptanya kawasan perkotaan yang lebih berkelanjutan.

Dian optimistis proyek dapat selesai sesuai target dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, mutu, dan keberlanjutan. “Melalui pengalaman panjang dalam membangun berbagai proyek infrastruktur strategis nasional, kami optimistis pembangunan BRT Metropolitan Cekungan Bandung dapat selesai sesuai target dan memberi nilai tambah bagi masyarakat serta pembangunan daerah,” tutup Dian.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar