MIND ID Berhasil Tekan Limbah B3 Hingga 38 Persen dalam Dua Tahun

- Rabu, 17 Juni 2026 | 23:15 WIB
MIND ID Berhasil Tekan Limbah B3 Hingga 38 Persen dalam Dua Tahun

Volume limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan oleh holding BUMN pertambangan, MIND ID, berhasil ditekan hingga 38 persen dalam dua tahun terakhir. Capaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen perusahaan untuk memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

Berdasarkan data internal perusahaan, jumlah limbah padat B3 tercatat sebesar 351 kiloton pada tahun 2023. Angka tersebut kemudian berhasil diturunkan menjadi 279 kiloton pada tahun 2024, dan kembali menyusut signifikan menjadi 217 kiloton pada tahun 2025. Tren positif serupa juga terjadi pada kategori limbah padat non-B3, yang turun dari 1.082 kiloton menjadi 956 kiloton dalam periode yang sama.

“Baik limbah B3 maupun non-B3 terus menurun karena operasi dilakukan secara lebih efisien,” ujar Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, dalam keterangan tertulis pada Rabu, 17 Juni 2026.

Penurunan volume limbah ini tidak lepas dari penerapan kerangka strategi bernama Sustainability Pathway. Melalui strategi tersebut, MIND ID memastikan bahwa pengelolaan sisa hasil produksi dari komoditas masa depan, seperti nikel, tembaga, dan bauksit, dilakukan secara bertanggung jawab. Langkah ini menjadi bagian integral dari upaya perusahaan dalam meminimalkan limbah, menjaga kelestarian alam, serta memitigasi risiko operasional di masa mendatang.

Menurut Binahidra, paradigma pengelolaan limbah di perusahaannya kini telah bergeser. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak lagi dipandang sekadar kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, melainkan telah menjadi bagian dari strategi penciptaan nilai perusahaan.

“Sustainability Pathway bukan sekadar alat pelaporan, tetapi instrumen untuk mengelola dampak, memitigasi risiko, dan menciptakan nilai tambah jangka panjang yang bermanfaat bagi perusahaan, lingkungan, serta masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, MIND ID tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga aktif dalam upaya pemanfaatan kembali material sisa tambang. Pengelolaan limbah dilakukan secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki izin resmi. Hasil olahan limbah tersebut kemudian digunakan kembali untuk mendukung operasional tambang dan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Salah satu implementasi nyata dilakukan oleh PT Aneka Tambang Tbk melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka. Perusahaan tersebut memanfaatkan slag feronikel menjadi batako dan paving block. Material slag diolah melalui proses pencampuran dengan semen dan air sebelum dicetak serta dikeringkan. Produksi material konstruksi dari slag ini mencapai sekitar 5.000 ton per tahun.

Sementara itu, PT Freeport Indonesia memanfaatkan tailing sebagai material agregat campuran paste backfill untuk operasional tambang bawah tanah. Kapasitas pemanfaatan tailing oleh perusahaan tambang raksasa itu mencapai sekitar 1.500 kiloton per tahun. Di tempat lain, PT Vale Indonesia Tbk menggunakan slag nikel untuk pembangunan jalan, infrastruktur tambang, dan stabilisasi lahan dengan volume pemanfaatan mencapai 5.300 kiloton per tahun.

Seluruh langkah tersebut memperlihatkan upaya grup MIND ID dalam mengoptimalkan limbah hasil tambang agar memiliki nilai tambah, sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar