Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin mengaku siap bermain sabar untuk menaklukkan pasangan baru Malaysia, Aaron Chia/Aaron Tai, pada final Taipei Open 2026. Ganda putra Indonesia itu menilai lawannya memiliki kualitas individu tinggi dan tidak mudah mati.
Partai puncak akan berlangsung di Taipei Arena, Taiwan, Minggu (2/8/2026). Ini menjadi ujian terakhir bagi Leo/Daniel di turnamen BWF World Tour Super 300 yang digelar sejak 28 Juli.
Unggulan kedelapan itu melaju ke final setelah menyingkirkan unggulan keenam asal Jepang, Hiroki Okamura/Kyohei Yamashita, dengan dua gim langsung 21-18 dan 21-10 pada semifinal, Sabtu (1/8/2026). Meski menang dua gim, Leo mengakui pertandingan tidak berjalan mudah. Mereka sempat tertinggal 14-17 di gim pertama sebelum berhasil membalikkan keadaan.
"Alhamdulillah bisa ke final, tapi hari ini tidak mudah. Lawan di gim pertama sempat unggul 17-14, tapi kami terus berupaya mengejar, tidak menyerah begitu saja," kata Leo dalam keterangan PBSI.
Membaca Kebiasaan Lawan
Leo/Daniel tidak terburu-buru ketika berada dalam tekanan. Keduanya berusaha membaca pola Okamura/Yamashita dan mencari kebiasaan yang bisa dieksploitasi. Strategi itu membuahkan hasil. Setelah merebut gim pertama, Leo/Daniel tampil semakin nyaman dan mendominasi gim kedua hingga menang telak 21-10.
"Kami mencari-cari kebiasaan lawan yang bisa dimanfaatkan dan ternyata malah bisa berbalik unggul dan menang. Gim kedua kami sudah semakin nyaman bermainnya," ujarnya.
Kemampuan mengubah strategi di tengah pertandingan menjadi modal penting menuju final. Leo/Daniel perlu kembali tampil tenang karena pasangan Malaysia memiliki karakter permainan berbeda dibandingkan wakil Jepang.
Waspadai Kualitas Duo Aaron
Aaron Chia/Aaron Tai merupakan pasangan baru Malaysia. Mereka melangkah ke final setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Chen Cheng Kuan/Liu Kuang Heng, melalui pertarungan tiga gim 24-26, 21-19, dan 21-16.
Meski belum lama dipasangkan, kemampuan individu kedua pemain sudah mendapat perhatian Leo. Aaron Chia memiliki pengalaman panjang di level elite, sementara Aaron Tai dikenal sebagai pemain muda bertalenta dengan pertahanan yang sulit ditembus. Leo menyadari serangan keras saja tidak cukup untuk menaklukkan pasangan Malaysia. Dia menilai kesabaran dalam membangun reli dan menjaga konsistensi akan menjadi salah satu kunci kemenangan.
"Di final bertemu pasangan baru Malaysia, Aaron Chia/Aaron Tai, kami harus mewaspadai skill individu mereka. Selain itu, mereka juga tidak gampang mati jadi kami harus bisa bermain sabar," kata Leo.
Final Taipei Open 2026 juga menjadi kesempatan bagi Leo/Daniel untuk meraih gelar kedua setelah kembali berpasangan. Sebelumnya, mereka menjuarai Thailand Open 2026 dengan mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty pada partai puncak.
Kini, Leo/Daniel tinggal berjarak satu kemenangan dari podium tertinggi di Taipei. Kemampuan membaca permainan, menjaga kesabaran, dan memanfaatkan momen krusial akan menentukan peluang mereka membawa gelar ke Indonesia.
Artikel Terkait
Leo/Daniel Lolos ke Final Taipei Open 2026, Indonesia Pertahankan Tradisi Juara
Lee Zii Jia Tersingkir di Babak 16 Besar Taipei Open 2026
Lee Zii Jia Tersingkir di Taipei Open 2026 Usai Kalah dari Lin Chun-yi
Lee Zii Jia Tersingkir di Taipei Open 2026, Justin Hoh Melaju ke Perempat Final