Kedutaan Besar Italia di Teheran akan kembali beroperasi pada Jumat (19/6) mendatang setelah lebih dari tiga bulan ditutup akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Para diplomat dan staf misi diplomatik bersiap kembali bertugas di ibu kota Iran tersebut.
Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyampaikan keputusan ini di hadapan parlemen Italia pada Rabu (17/6/2026). “Kedutaan kami di Teheran akan membuka kembali pintunya pada hari Jumat,” ujarnya.
Penutupan sementara kedutaan dilakukan pada awal Maret lalu setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran. Demi alasan keamanan, Italia memindahkan seluruh staf diplomatiknya ke Azerbaijan, negara tetangga yang dianggap lebih aman.
“Duta Besar kami akan kembali ke ibu kota Iran bersama semua diplomat dan pejabat kementerian luar negeri kami,” kata Tajani. Ia menambahkan bahwa situasi kawasan mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Di wilayah yang kompleks seperti Timur Tengah, kehati-hatian sangat penting. Namun, untuk pertama kalinya, setelah berminggu-minggu perang dan negosiasi yang tersendat, secercah perdamaian yang nyata mulai muncul,” ucapnya.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Iran pekan ini telah menyepakati kerangka kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi pada hari Jumat di Swiss, bertepatan dengan dibukanya kembali kedutaan Italia di Teheran.
Artikel Terkait
ASABRI Perluas Akses Layanan Kesehatan ke 119 Rumah Sakit TNI dan Kemenhan
Inggris vs Kroasia: Duel Sengit di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Kane dan Modric Jadi Sorotan
Menkeu Purbaya Amankan Komitmen Pendanaan AIIB Senilai 17 Miliar Dolar AS untuk Proyek Pembangunan 2025–2029
Juru Parkir Brebes Bagi Rata Rp100 Ribu Hadiah Gagalkan Perampokan Rp3,6 Miliar