ASABRI Perluas Akses Layanan Kesehatan ke 119 Rumah Sakit TNI dan Kemenhan

- Kamis, 18 Juni 2026 | 02:45 WIB
ASABRI Perluas Akses Layanan Kesehatan ke 119 Rumah Sakit TNI dan Kemenhan

PT ASABRI (Persero) memperluas akses layanan perawatan bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan menjangkau 119 jaringan rumah sakit di seluruh matra, mulai dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, hingga rumah sakit di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem perlindungan sosial dan layanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, serta terintegrasi bagi personel pertahanan negara.

Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kemenhan, Haris Haryanto, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kesejahteraan prajurit. “Harapan saya, melalui kerja sama yang ditandatangani hari ini, pelayanan kepada prajurit di lapangan dapat semakin cepat dengan dukungan birokrasi yang lebih baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut Haris, sistem perlindungan sosial yang didukung layanan kesehatan terintegrasi menjadi elemen penting dalam menjaga kesiapan personel pertahanan negara. Ia menekankan bahwa akses yang lebih luas terhadap fasilitas medis akan mempercepat proses pemulihan prajurit yang mengalami risiko saat bertugas.

Sementara itu, Direktur Utama ASABRI, Jeffry Haryadi P. Manullang, menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem jaminan sosial bagi prajurit TNI. “Dukungan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sinergi strategis yang berorientasi pada kesejahteraan prajurit TNI dan keluarga,” tegasnya.

Jeffry menekankan bahwa kolaborasi tersebut bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan prajurit memperoleh perlindungan saat menjalankan tugas negara. Fokus utama program ini adalah memastikan peserta yang mengalami risiko penugasan, terutama terkait Kecelakaan Kerja (KK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), dapat segera memperoleh layanan medis secara optimal.

“Prajurit TNI memiliki karakteristik tugas dengan tingkat risiko tinggi. Karena itu, perluasan akses layanan perawatan melalui rumah sakit TNI menjadi sangat penting. Kami ingin memastikan ketika risiko terjadi, peserta dapat memperoleh pelayanan medis terbaik agar proses pemulihan berjalan optimal tanpa kekhawatiran terkait perlindungan,” terang Jeffry.

Penguatan sistem perlindungan sosial dan layanan kesehatan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan operasional personel pertahanan negara. Dengan sinergi ini, ASABRI berharap manfaat perlindungan dapat diterima peserta secara lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar