Pertumbuhan ekosistem rintisan di negara-negara berkembang memang menunjukkan angka yang signifikan, namun di balik kemajuan itu, pendiri perempuan masih berjuang melawan tembok besar bernama kesenjangan akses pendanaan dan dukungan investasi. Ketimpangan ini mendorong lahirnya Aurora Ventures, sebuah program investasi tahap awal yang secara khusus dirancang untuk memperkuat posisi pendiri perempuan di pasar negara berkembang. Inisiatif ini mendapat sokongan penuh dari inDrive, platform mobilitas dan pengiriman global yang telah menjelma menjadi unicorn di berbagai kawasan, termasuk wilayah yang menjadi sasaran investasi Aurora Ventures.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, menegaskan bahwa dukungan perusahaannya terhadap Aurora Ventures merupakan wujud nyata komitmen dalam mendorong akses dan kesempatan yang lebih adil. Menurutnya, semangat serupa juga dimiliki oleh banyak pendiri perempuan di negara berkembang saat ini.
"Kami melihat semangat yang sama juga dimiliki oleh banyak founder perempuan di emerging markets saat ini. Karena itu, dukungan terhadap Aurora Ventures bukan hanya soal inisiatif sosial, tetapi juga tentang membuka peluang besar yang selama ini kurang mendapatkan perhatian," ujar Rio dalam keterangan tertulis pada Senin, 8 Juni 2026.
Pembentukan Aurora Ventures tidak dilakukan tanpa dasar. Program ini berakar pada data dan pengalaman selama lima tahun penyelenggaraan Aurora Tech Award, yang secara konsisten menunjukkan adanya kesenjangan besar dalam akses pendanaan bagi pendiri perempuan, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Afrika, serta Amerika Latin. Ironisnya, meskipun banyak rintisan yang dipimpin perempuan mencatatkan pertumbuhan bisnis yang kuat dan efisien, mereka kerap dinilai terlalu rendah dan kurang mendapat perhatian dari investor tradisional.
Sebuah riset terbaru dari Aurora yang melibatkan lebih dari 900 pendiri dari 127 negara semakin memperkuat temuan tersebut. Riset itu mengungkap bahwa pendiri perempuan masih menghadapi tantangan berupa "competence scepticism", yaitu keraguan terhadap kemampuan mereka, serta tuntutan pencapaian bisnis yang lebih tinggi dibandingkan rekan pria mereka.
Untuk mengatasi masalah ini, Aurora Ventures akan menyuntikkan dana segar sebesar 180 ribu hingga 250 ribu dolar AS pada tahap pengembangan awal dan pendanaan awal rintisan. Namun, program ini tidak hanya berhenti pada aspek finansial. Para pendiri perempuan juga akan mendapatkan akses ke jaringan, bimbingan, serta dukungan operasional yang dirancang untuk membantu mereka melangkah ke tahap pendanaan berikutnya dengan peluang yang lebih setara.
Sementara itu, program percontohan Aurora Ventures 2026 akan difokuskan pada pembangunan portofolio awal. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi untuk memperkuat struktur menuju pendanaan modal ventura yang lebih besar di masa depan. Sejak pertama kali hadir pada 2021, Aurora Tech Award sendiri telah menjadi wadah bagi pendiri perempuan teknologi dari 127 negara untuk mendapatkan akses pendanaan, jaringan global, dan peluang pengembangan bisnis, sebagai bagian dari upaya inDrive dalam mendorong inovasi dan pemberdayaan komunitas di berbagai negara berkembang.
Artikel Terkait
Pemerintah Longgarkan Kuota Produksi Batu Bara Manfaatkan Lonjakan Harga Akibat Konflik Global
Buku Baru Ungkap Kebiasaan Spiritual Soeharto dan Pengaruhnya dalam Memilih Pejabat
Satpol PP Karawang Panggil Pengelola Tempat Hiburan Malam Terkait Video Viral Diduga Aktivitas Tak Senonoh
Wakil Ketua DPRD DKI Dukung Integrasi CCTV dengan Polda Metro Jaya untuk Perkuat Keamanan Ibu Kota